July 9, 2012

Radio Fikom Gelar Workshop


Badan Eksekutif mahasiswa Fakultas Ilmu komunikasi Unissula mengadakan Workshop “manajemen Penyiaran dan Jurnalistik online” pada Rabu 6 Juni kemarin, kegiatan yang bertajuk “mahasiswa kreatif dalam karya santun dalam etika”itu diikuti oleh sekitar 30 peserta yang sebelumnya sudah mendaftar melalui sms, peserta terdiri dari mahasiswa dari berbagai fakultas yang ada diunissula, dan dari radio komunitas tazmania fakultas teknologi industry unissula.


Menurut panitia fian septian mengatakan, acara ini diselenggarakan atas terbentuknya radio online fikom hasil karya mahasiswa fakultas ilmu komunikasi unissula.
Selain workshop, diadakan pula launching radio online fikom yang ditandai dengan penyerahan tanda jadi dari kepala radio online fikom M.Irsyam Faiz kepada dekan fikom unissula yang diwakili oleh sekretaris dekan ibu dian marhaeni M.Si.

Acara ini menghadirkan septiana srimirhati cahyaningsih, penyiar radio ss fm semarang, “radio online saat ini sudah menjadi tren, bahkan radio konvensional sekarang sudah perlahan pindah ke radio streaming,penyiar yang memiliki nama udara imel ini  menambahkan, selain untuk melebarkan jangkauan penyiaran, radio streaming juga berpeluang mendapatkan iklan yang lebih besar” Jelasnya.

Hadir pula sebagai pembicara mubarok M.Si dosen fakultas ilmu komunikasi unissula,”untuk membuat sebuah radio memang harus didasari niat dan semangat yang tinggi, ia menambahkan, bagi radio pemula seperti radio fikom harus memantapkan visi dan misinya agar bisa terus bertahan” Tandasnya. (faiz)

Fikom unissula Optimis akreditasi B


Badan akreditasi nasional perguruan tinggi  (BAN-PT) melakukan visitasi atau kunjungan ke fikom unissula pada rabu (04/07) kemarin.
 “kami optimis akan mendapatkan nilai baik dalam akreditsi ini, karena sebagian besar persayatan untuk mendapatkan nilai B sudah kami penuhi, ditambah beberapa fasilitas yang miliki dan kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan media literacy itu memberikan nilai tambah bagi fikom unissula itu sendiri, selain itu prosiding yang kami miliki dan kurikulum kami yang sudah berbasis kompetensi dan integritas juga menambah penilaian dalam akreditasi ini” ungkap dekan Fikom Hj Evie Sofiyati M Ibrahim M.Ilkom.
Hal sebada juga disampaikan Prof Dr Yunan salah satu assessor dari BAN PT yang saat itu juga melakukan Visitasi mengatakan fakultas ilmu komunikasi unissula memiliki potensi untuk berkembang dalam dunia komunikasi islam, ia juga menambahkan, informasi yang diterima melalui Borang telai ia dapatkan dengan melihat secara langsung di lapangan ”fikom unissula memiliki potensi yang besar untuk maju dan berkembang informasi yang kami dapatkan di borang (alat untuk mengumpulkan dan mengungkapkan data dan informasi yang digunakan untuk menilai kelayakan dan mutu institusi .red) yang kami terima beberapa waktu lalu ternyata sesuai dengan yang ada dilapangan, dan ini menjadi kekuatan besar bagi fikom unissula untuk mendapatkan nilai baik” ungkap guru besar Fakultas Dakwan dan ilmu komunikasi UIN Syarif hidayatulloh Jakarta saat ditemui usai melakukan visitasi di fikom unissula.
Ada beberapa standar penilaian dalam akreditasi ini yakni Visi, misi, tujuan dan sasaran, serta strategi pencapaian Tata pamong,  kepemimpinan, sistem pengelolaan, dan penjaminan mutu Mahasiswa dan lulusan Sumber daya manusia Kurikulum, pembelajaran, dan suasana akademik Pembiayaan, sarana dan prasarana, serta sistem informasi Penelitian,  pelayanan/pengabdian kepada masyarakat, dan kerjasama. (Faiz)
  

FH Unissula gelar Konferensi Internasional



Perkebangan teknologi saat ini telah merubah aktivitas-aktivitas ekonomi dunia menjadi lebih efektif dan efisien., seperti Payment Gateway dan Internet Banking System yang merupakan   intrumen dalam melakukan kegiatan di bidang ekonomi, Instrumen pembayaran ini dapat memudahkan kontrak bisnis antara penjual dan pembeli di berbagai bank-bank, super market dan lembaga-lembaga ekonomi lainnya yang berada di dunia ini tanpa bertemu secara langsung akan tetapi semua ini dilakukan melalui dunia maya. hal itu disampaikan dekan Fakulultas Hukum  Unissula Dr. H. Mustaghfirin S.H, M.Hum  dalam  pembukaan internasional conference (12/06) diballroom hotel semesta semarang.  Namun, masih menurut mustaghfirin, instrument Payment Gateway dan Internet Banking System yang saat ini popular dimasyarakat ternyata dapat menimbulkan berbagai masalah seperti penipuan, pemalsuan, dan dampak negative lainnya. “Kegiatan ekonomi modern yang menggunakan instrumen Payment Gateway dan Internet Banking System ini dapat juga menimbulkan berbagai masalah seperti penipuan, pemalsuan kartu kridit, mengirim barang yang tidak sesuai dengan yang di pesan, uang yang di kirim melebihi dari yang diperjanjikan, dengan demikian perlu digagas ide-ide pemikiran yang didasarkan pada sistem ekonomi islam dan sistem hukum ekonomi universal yang dipandang dapat memberikan solusi keadilan dalam praktek berekonomi di dunia.” Jelasnya.
Conferensi yang bertema   Payment Gateway And Internet Banking System In Islamic Economic System And Universal Economic Legal System Perspective” ini bertujuan untuk memberikan kontribusi baik itu dalam bentuk pemikiran maupun praktek kepada para pengusaha perbankan dan nasabah “konferensi internasional ini diharapkan akan Memberikan kontribusi pemikiran dalam praktek kepada Pengusaha, Banking, Nasabah, dalam menggunakan payment gateway and internet banking system yang didasarkan pada nilai-nilai ekonomi islam dan nilai-nilai hukum ekonomi universal,  selain itu kegiatan ini bertujuan Memberikan kontribusi pemikiran secara teoritis terhadap sivitas akademika dalam ilmu pengetahuan tentang payment gateway and internet banking system yang berdasarkan pada nilai-nilai ekonomi islam dan nilai-nilai hukum ekonomi universal, dan Menfasilitasi pertemuan dan kerjasama antar Perguruan Tinggi di dunia, para Praktisi, Banking, dan para Pengusaha” ungkap dekan yang juga akan menjadi pembicara konferensi tersebut.Dalam konferensi internasional ini akan digelar selama 2 hari yakni hari rabu-kamis, 13-14 Juni 2012 mendatangkan narasumber dari para pakar IT, perbankkan, pengusaha, hukum, agama, baik dari dalam maupun luar negeri yang berkompeten dibidang tersebut, antara lain Gubernur Bank Indonesia, IDB (Islamic Development Bank) Jeddah Saudi Arabia, Direktur Bank Syari’ah Bank Indonesia, Prof. Dr. Mohd Akram Bin Shair Mohamed J.S.M. LL.B, LLM, Ph.D (Dekan Fakultas Undang-undang International Islamic University Malaysia(IIUM)), Yuslam Fauzi (Direktur Utama Bank Syari’ah Mandiri) , Dr.  Ghulam Yazdani (Jamia Millia Islamia India), Ir. H. Arvian Arifin (Pimpinan Bank Mu’amalat Indonesia), Dr. H. Mustaghfirin, SH,M.Hum (Dekan Fakultas Hukum UNISSULA Semarang), Mehidil Muhtar (Al-Jazair-Saudi Arabia), Dr. Ziyad Mahmood Rasheed (Universitas Iraqiyah), Prof. Dr. H. Laode M. Kamaluddin, M.Ec., M.Eng (Rektor UNISSULA Semarang), Dr. Imam Yahya (Badan Arbitrase Syari’ah Nasional Majelis Ulama’ Indonesia Perwakilan Jawa Tengah), Arya Damar (Pimpinan PT. Arta Jasa), Dr. Sonny Zulhuda (Dosen Pakar Cyber Law Fakultas Undang-undang International Islamic University Malaysia(IIUM), Mahkamah Agung Republik Indonesia, Zainal Fanani (BNI Syari’ah).

June 22, 2012

Revolusi digital dan perilaku konsumen

Oleh: M.Irsyam Faiz


Sumber gambar: researchexpert.files.wordpress.com 


Jika kita secara cermat mengamati perkembangan zaman dari era 80an sampai saat sekarang, kita akan menemukan perkembangan bidang teknologi informasi yang luar biasa, pasalnya, di era 80an keterbukaan informasi dimulai, dan  90an sebuah revolusi besar-besaran terjadi , di era itulah internet mulai dikenal banyak kalangan, dan inilah orang sering menyebut perubahan ini sebagai: Revolusi digital.
Revolusi digital ini telah mengubah cara pandang seseorang dalam menjalani kehidupan yang sangat canggih saat ini. Sebuah teknologi yang membuat perubahan besar kepada seluruh dunia, dari mulai membantu mempermudah segala urusan sampai membuat masalah karena tidak bisa menggunakan fasilitas digital yang semakin canggih ini dengan baik dan benar.
Revolusi digital ini pun merimbas pada pola hidup seseorang dalam mengemban tugasnya sebagai seorang konsumen, dulu  orang membeli baju harus pergi ke toko memilah-memilih baju mana yang harus dibeli, mencoba dan kemudian membeli, saat ini orang dimudahkan dengan cara pembelian secara online. Orang tidak harus pergi ke toko baju untuk memilih-milih baju, tetapi cukup dengan memesan lewat online kemudian beberapa saat kemudian pesanan akan dikirim. Perilaku konsumen saat ini dengan yang dulu sudah mengalami perubahan.
Perubahan inilah yang kemudian memicu juga para pedagang (pengusaha) untuk beralih ke dunia maya dalam melakukan pemasaran. Karena di Indonesia sendiri pengguna internet saat ini mencapai 55.000.000 dengan penetrasi sebesar 22,4 persen dari jumlah penduduk Indonesia.
oleh karena itu perilaku konsumen pada saat ini (era revolusi digital) ini mengalami perubahan yang sangat signifikan dengan beralihnya analg ke digital.  

Revolusi digital
Revolusi Digital adalah perubahan dari teknologi mekanik dan elektronik analog ke teknologi digital yang telah terjadi sejak tahun 1980 dan berlanjut sampai hari ini. Revolusi itu pada awalnya mungkin dipicu oleh sebuah generasi remaja yang lahir pada tahun 80-an. Analog dengan revolusi pertanian, revolusi Industri, revolusi digital menandai awal era Informasi. (Wikipedia)

Perilaku  konsumen
Perilaku konsumen adalah proses dan aktivitas ketika seseorang berhubungan dengan pencarian, pemilihan, pembelian, penggunaan, serta pengevaluasian produk dan jasa demi memenuhi kebutuhan dan keinginan. Perilaku konsumen merupakan hal-hal yang mendasari konsumen untuk membuat keputusan pembelian. Untuk barang berharga jual rendah (low-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan mudah, sedangkan untuk barang berharga jual tinggi (high-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan pertimbangan yang matang.(Wikipedia)

revolusi  digital dan perilaku konsumen sebuah Korelasi
Seperti yang sudah di jelaskan sebelumnya, revolusi digital telah merubah perilaku manusia sebagai konsumen sebuah produk. Mari kita bahas perilaku konsumen di era digital ini berdasarkan pengertian perilaku konsumen itu sendiri. Oke, perilaku konsumen menurut Wikipedia bahasa Indonesia menjelaskan bahwa, perilaku konsumen adalah proses dan aktivitas ketika seseorang berhubungan dengan pencarian, pemilihan, pembelian, penggunaan, serta pengevaluasian produk dan jasa demi memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen itu sendiri.
Dari pengertian diatas ada 5 poin perilaku yang akan dibahas disini, sebagai perbandingan antara dulu dan sekarang. Berikut penjelasannya:

  1. Pencarian
Dulu orang mencari produk sangat terbatas informasinya, paling banter orang mendapat informasi dari iklan di pamphlet, baliho, Koran atau yang lainnya. Sekarang dengan adanya revolusi digital maka seorang mencari sebuah produk sangat mudah dan murah, hanya dengan bantuan mesin pencari internet bernama “mbah google” maka hamper segala kebutuhan informasi produk akan kita dapatkan.

  1. Pemilihan
Memilih sebuah produk tentu menjadi keniscayaan bagi konsumen sebelum mengambil keputusan untuk membeli produk, saat ini konsumen kebanyakan memilih bagus dan tidaknya produk dengan melihat di website perusahaan. Walau terkadang memang terbatas hanya informasinya saja tetapi ini akan sangat membantu konsumen dalam memilih. Berbeda dengan dulu yang mengharuskan konsumen melihat secara langsung produk tersebut dan baru bias memilih produk yang akan dibeli,
Dan yang paling penting, perilaku konsumen dalam melakukan pemilihan produk diera digital ini adalah konsumen lebih mengutamakan sesuatu yang instan dan serba cepat. Karena perubahan ini memang sudah merubah perilaku masyarakat yang serba cepat. Karna zaman sekarang katakuncinya adalah satu “cepat”

  1. Pembelian
Yang paling menonjol dari perubahan perilaku konsumen diera revolusi digital ini adalah pembelian. Seseorang dapat mendapatkan laptop, mobil, bahkan rumah hanya dengan duduk manis didepan computer, tentunya setelah seorang itu melakukan pemesanan dengan mengirim uang sejumlah harga barang yang dibeli. Dan itulah model sebagian orang melakukan transaksi jual beli di era digital ini.

  1. Penggunaan
Di era digital ini, karena kebiasaan orang sudah berbeda maka orang cenderung dalam menggunakan produk lebih mudah untuk bergonta-ganti. Karena seiring dengan banyaknya informasi produk dari dunia maya yang melebihi batas dari kebutukan konsumen itu sendiri.

  1. Pengevaluasian
Banyak pengaruh seseorang kemudian merasa tidak cocok dengan produk yang ia beli, dalam mengevaluasi keputusannya seseorang biasanya meminta saran dari teman dekat atau orang yang memang sudah ahli/ terbiasa dengan produk yang dibeli, tetapi dengan adanya informasi yang tak terbatas ini, maka orang akan semakin lebih mudah dalam mengevaluasi keputusannya untuk kemudian membeli produk yang baru yakni dengan menggunakan media social atau media internet yang lain.

Dari pembahasan diatas maka ketemulah kita pada kesimpulan bahwa inilah Dampak revolusi digital terhadap perilaku konsumen:

1.    Konsumen memiliki power / kekuatan yang lebih besar dari sebelumnya
2.    Konsumen memiliki akses informasi yang lebih besar daripada sebelumnya’
3.    Pertukaran antara marketer dan pelanggan meningkatkan interaksi langsung antara kedua belah pihak.




June 21, 2012

FRI: Pemerintah harusnya tak campuri otonomi kampus



Otonomi kampus perlu diprioritaskan dalam pembangunan regulasi nasional tentang pendidikan. Otoritas pusat hendaknya tidak terlalu ikut campur persoalan rumah tangga kampus yang berbasis pada perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. Hal itu dsampaikan oleh ketua Forum Rektor Indonesia (FRI) 2013 Prof Laode M Kamaludin dalam Roundtable Discussion di Unissula pada rabu (20/6). Laode menambahkan Pemerintah seharusnya  hanya menyediakan fasilitasi program kegiatan kampus, dan untuk birokrasi kampus hendaknya disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing perguruan tinggi.
Terkait perbandingan perguruan tinggi negeri dan swasta Prof laode yang juga Rektor Unissula nampaknya menginginkan agar tidak ada perbedaan antara negeri dan swasta dalam hal Politik hukum redistribusi, menurutnya politik hokum redistribusi perlu digulirkan diantara sesama perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta.
Dalam pertemuan yang bertajuk “Universitas Sebagai Benteng Penjaga Moralitas Bangsa” itu juga menyoroti rancangan undang-undang pendidikan tinggi yang saat ini sedang dalam masa penggodokan di DPR, forum rector Indonesia memandang ada beberapa pasal yang perlu di perbaiki, yaitu terkait sentralisasi pemerintah dalam mengendalikan perguruan tinggi (pasal 7 ayat 6)  FRI menilai Kementrian seharusnya tidak memiliki otoritas penuh dalam mengatur dari kebijakan paling umum hingga pada level yang seharusnya masuk dimensi pribadi bagi sebuah perguruan tinggi.
Selain itu FRI juga menyoroti pasal 10 ayat 4 tentang rumpun ilmu pengetahuan dan teknologi lainnya yang diatur dengan peraturan menteri. “bagaimana mungkin kebebasan akademik yang menjadi adigium suci bagi perguruan tinggi di tekan oleh regulasi unifikasi yang bersifat represif, penelitian dan pengabdian masyarakat pun dikendalikan oleh kementrian, bukan inisiatif perguran tinggi yang bersangkutan lagi. Selain itu Termasuk dalam RUU ini, rotasi dosen oleh kementrian memungkinkan para dosen yang kritis untuk disingkirkan dari peredaran dunia akademik-intelektual” jelas Prof laode dalam pembacaan pokok-pokok pikiran forum rector Indonesia.
Meski begitu,menurut Prof. anwar arifin, Staf Ahli Komisi X DPR RI,  tidak semua format RUU PT tersebut bertentangan, ada juga nilai-nilai positif dan bermanfaat. “dalam RUU ini Mahasiswa sangat diuntungkan, pemerintah akan memberikan bantuan kepada mahasiswa dhu’afa yakni dengan memberikan kuota 20 % di PTN untuk mahasiswa tidak mampu (pasal 76), selain itu mahasiswa juga membayar sesuai dengan kemampuan yakni dengan subsidi silang (pasal 77). (faiz)

May 11, 2012

kinerja Jurnalis di Era Konvergensi



Dan sekarang adalah eranya konvergensi yakni penggabungan salurn komunikasi masa seperti media cetak radio televise internet bersama dengan teknologi-teknologi yang lain melalui berbagai platform presentasi digital. Tentu ini akan mempengaruhi kinerja Jurnalis: apakah itu?
1.   Jurnalis sekarang bukan saja harus bisa membuat berita, tetapi dia juga mengerti dan bisa menggunakan teknologi informi.
2.  Dengan adanya konvergensi media maka persaingan akan sekin ketat, terutama dalam hal update informasi. Karena saat ini siapapun bisa jadi jurnalis, karena media internet memang menyediakan layanan itu.
3.  Jurnalisme saat ini melibatkan kerjasama antara jurnalis media cetak, media siar, dan media wb (online) untuk menghasilkan berita terbaik.
4.   Jurnalis harus lebih kreatif dalam membuat berita, kalau dulu dalam membuat berita jurnalis hanya terpatok pada konsep piramida terbalik karena terbatas pada koom dan space yang disediakan atau durasi on air yang ada maka sekarang tidak jamannya lagi seperti itu, karena dengan adanya konvergensi media maka tidak ada batasan dalam membuat berita.


Sumber Foto: www.bisnis-kti.com

Media Mainstream dan Media Online


Dulu mungkin pendahulu kita hanya mengenal pengumuman yang dibuat dengan daun-daunan atau kulit hewan atau kulit pohon yang ditempel di pohon-pohon, kemdian berkembang menjadi kertas, Pada mulanya jurnalistik hanya mengelola hal-hal yang sifatnya informatif saja. Itu terbukti pada Acta Diurna sebagai produk jurnalistik pertama pada zaman Romawi Kuno, ketika kaisar Julius Caesar berkuasa. 

Sekarang para ahli menyebut Media penyampai pesan kepada khalayak itu menjadi 2 yakni media mainstream yaitu seperti media cetak, televise, radio majalan dan lain-lain, atau orang juga sering menyebutnya media konvensional dan kedua adalah media online yaitu media yang memanfaatkan internet untuk menyampaikan pesannya. Dan keduanya memiliki perbedaan. Apakah itu??

media online itu memiliki karekteristik tersendiri yakni: Audiens control dengan menggunakan teknologi terkini dalam pengembangan situs, pembaca dapat lebih leluasa dan mudah dalam memilih informasi, sedangkan media mainstream informasi yang diberikan  dibatasi oleh pengelola media itu sendiri. Contoh ketika kita menonton berita TV maka kita hanya akan menerima informasi dari stasiun televise pada saat itu saja. Begitu juga Koran atau majalah. Tidak seperti media online yang ketika membaca dan mencari informasi  maka kita bisa mencari informasi yang lain dari sumber yang lain sesuka kita.

Dalam Media online informasi dapat dengan mudah di duplikat sehingga proses penyebaran dan distribusi informasinya dapat lebih cepat dan meluas. Sedangkan media mainstream sangat terbatas dalam melakukan penyebaran informasi, contoh ketika kita membeli dan membaca Koran maka paling sering kita menyebarkanya melalui mulut ke mulut, atau membuat klipping Koran itu pun masih sangat terbatas akses orang lain untuk membacanya. Sedang media online tinggal copy paste link trus di sebar melalui blog atau social media maka informasi akan dengan cepat menyebar.

Di media online jumlah informasi yang disampaikan dapat lebih banyak jumlahnya karena tidak ada lagi batasan jumlah teks halaman ataupun durasi on air,  sedang media mainstream sekali lagi terbatas pada teks / halaman ataupu durasi on air. Contoh dalam sehari media on line detik.com jelas bisa menampung berita lebih banyak daripada harian media indonesia (media cetak) karena faktanya detik.com dapat menampung lebih banyak rubric dan selain itu kita juga masih bisa mengakses berita yang telah lampau.

Media online lebih fleksible karena informasi yang disampaikan dapat melalui berbagai bentuk dari sekedar teks sampai multi media sedangkan media mainstream masih sebatas instrument  yang digunakan oleh media itu sendiri, televise hanya bisa memberitakan dalam bentuk video saja, media cetak hanya bisa memberitakan dengan menggunakan teks dan gambar saja. Radio hanya bisa menginformasikan melalui audio saja.

Media nline lebih interaktif, kita bisa  memberi masukan atau memberi komentar secara langsung pada kolom yang disediakan oleh media online. Tetapi kita tidak akan bias member komentar kepada media mainstream kecuali dengan mengirim surat pembaca atau pada acara televise yang menyediakan telepon interaktrif.

Media online lebih mudah diakses secara mobile dengan menggunakan format teknis yang sederhana maka informasi yang disampakan dimana dan kapan saja melalui piranti bergerak. Pesan Media mainstream akan lebih mudah diterima karena teknologi yang digunakan oleh media online justru masyarakat kita belum terbiasa sehingga ketika kita membaca sebuah berita di media online dalam bentuk tulisan maka tidak akan kuat bertahan lama dbanding ketika kita membaca Koran.(saya belum menemukan sebuah penelitian tentang itu, tetapi sejauh pengalaman yang penulis alami faktanya memang begitu)

Media mainstream lebih akurat informasinya karena terkait dengan legalitas yang dimiliki media mainstream, seseorang tidak bisa sembarangan membuat Koran atau televise atau radio, kita harus melalui izin terlebih dahulu, tetapi ketika kita akan membuat media online kita tinggal membuat account blog maka kita akan bisa punya media online. Oleh karena itulah media online oleh beberapa kalangan masih diragukan kevalidan informasinya. Dan itu yang terjadi saat ini, Tetapi ada kemungkinan ini akan tidak brlaku karena zaman akan terus berubah dan regulasi Negara terkait media juga akan berkembang menyesuaikan perkembangan zaman. Maturnuwun.


Sumber Foto: strategkomunikasi.blogspot.com

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More