Showing posts with label Berita. Show all posts
Showing posts with label Berita. Show all posts

October 31, 2013

Lulusan SMK Jateng Jadi Primadona di Jabodetabek



Lulusan Sekolah Menengan Kejuruan (SMK) yang berasal dari Jawa Tengah menjadi primadona bagi perusahaan yang ada di Jabodetabek. Lulusan SMK Jateng dianggap memiliki keuletan, rajin dan disiplin yang tinggi. Hal itu diungkapkan ketua Forum Komunikasi Bursa Kerja Khusus (BKK) SMK Jawa Tengah Solihin S Pd disela-sela Job Fair SMK di PRPP Semarang Kamis (31/10).
“Jateng itu bisa dibilang mahkotanya perusahaan di Jabodetabek, faktornya karena ulet dan rajin dan disiplin, perusahaan disana puas dengan kinerja anak Jateng,” ungkapnya.
Dia mencontohkan misalnya saja beberapa waktu lalu perusahaan astra membuka program magang untuk siswa SMK, akan tetapi yang diambil  sebagai pilot project dari Jawa Tengah “Ada 60 siswa dari Jateng dijadikan pilot project,” katanya kepada suaramerdeka.com.
Dia menambahkan, perusahaan-perusahaan jabodetabek sering kali mengadakan rekruitment karyawan di Jawa Tengah “Kalau permintaan dari perusahaan memang banyak sekali, makanya mereka sering mengadakan rekruitmen di Jawa Tengah” kata pria yang juga kepala Sekolah SMK YPT Kota Tegal tersebut.
Dikatakan, dalam Job Fair yang digelar selama dua hari dari tanggal 30-31 Oktober 2013 saja ada sebanyak 6165 lowongan dari 52 perusahaan dari berbagai bidang keahlian yang ada di SMK seperti bidang teknologi industri, bisnis menejemen, kesehatan dan lainnya. “Ada sekitar 4500 Pelamar, ada yang hanya pengumpulan berkas, ada yang langsung seleksi bahkan ada yang langsung diterima”katanya.
Untuk tahun 2013 ini, lanjut dia, sebanyak 82% lulusan SMK di Jawa Tengah sudah terserap sebagai tenaga kerja di beberapa perusahaan. Data tersebut berdasarkan laporan dari sekitar 1336 BKK yang ada di SMK se Jawa Tengah baik negeri maupun swasta melalui program penelusuran tamatan.

July 5, 2013

KPI Diminta Buat Contoh Tayangan TV Ramadan yang Baik


Himbauan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Tengah kepada lembaga penyiaran publik yang mengudara di wilayah jawa tengah baik radio maupun televisi agar tayangan maupun siarannya bisa menjaga kekhusukan, tidak merusak kesucian bulan Ramadan 1434 H sebaiknya diikuti dengan memberikan contoh tayangan Ramadhan yang baik.

Pengamat media masa Mubarok S Sos M Si mengatakan, Himbauan yang dilakukan oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) sebaiknya diikuti solusi konkret dengan memberikan contoh tayangan yang baik. Beragam tayangan televisi selama Ramadhan seperti komedi atau lelucon menjelang buka puasa dan menjelang sahur yang dinilai penuh cemooh, makian, omongan kasar, dan adegan-adegan tidak layak semestinya diberi teguran dan dihentikan.

“KPI semestinya memberi contoh tayangan Ramadhan yang baik bukan sekedar menghimbau saja,” katanya kepada suaramerdeka.com Kamis (4/7).

Menurutnya, seharusnya KPI jauh jauh hari bisa membuat contoh tayangan yang baik agar sesuai dengan standar baku dan etika menurut KPI, hal itu bisa dilakukan dengan menggandeng lembaga terkait seperti majelis Ulama Indonesia (MUI) atau Kementrian Agama..
 
“KPI mestinya berpacu membuat contoh tayangan ramadhan yang lebih bagus dan marketeble yang kemudian ditawarkan ke media televisi, hal ini akan lebih baik untuk melengkapi himbauan yang diberikan ke media” terang Dosen Fakultas Ilmu Komunikasi Unissula tersebut.
 
Meski begitu Dia menghimbau kepada masyarakat untuk tidak menghabiskan waktu di depan televisi selama bulan Ramadan. Menurutnya banyak hal yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kekhusyukan dibulan penuh berkah tersebut.
 
“Banyak kegiatan yang positif dan lebih bermanfat yang bisa dilakukan masyarakat dibulan Ramadan. Sayang kalau waktu di bulan Ramadhan hanya dihabiskan dengan menonton televisi. Untuk lebih menarik minat masyarakat beragam acara seperti pengajian bisa dikemas lebih menarik untuk mengisi waktu di bulan Ramadhan. Selain itu keluarga juga harus berperan aktif membuat kegiatan positif agar anggota keluarga tidak menghabiskan waktu dengan tontonan yang tidak bermanfaat selama ramadhan” tandasnya. 
 

June 18, 2013

Kawasan Semarang Atas Perlu Rehabilitasi


Bencana banjir yang terus menerus melanda Kota Semarang harus menjadi perhatian Serius dari pemerintah Kota Semarang, Pasalnya bencana yang seperti telah menjadi ‘icon’ kota Semarang tersebut telah menjadi Pemandangan tak sedap bagi masyarakat.

Menurut Ahli Perencanaan Tata Kota Ir. Muhammad Agung Ridlo MT Mengatakan, Hal itu disebabkan karena kerusakan sistem tata air atau siklus hidrologi di Kota Semarang akibat pertumbuhan dan perkembangan kawasan perumahan dan permukiman pada Semarang bagian atas yang semakin pesat. “Oleh karena itu Secara ekologis kawasan Semarang bagian atas perlu direhabilitasi khususnya pada lahan kritis dan wilayah konservasi” Kata Agung kepada Suaramerdeka.com saat ditemui dikantornya Selasa (18/6).

Dia Menambahkan, Kerusakan siklus Hiodrologi tersebut tidak hanya berdampak pada berubahnya sistem tata air, tetapi juga permasalahan yang saling bekait yakni terjadinya banjir baik banjir kiriman dan luapan air limpasan maupun genangan di kota Semarang bagian bawah. yang meliputi  daerah permukiman kawasan kota, kawasan perdagangan, jaringan jalan protokol maupun permukiman di sekitar pantai.

“Dampak ikutan lainnya adalah akan terganggunya berbagai kegiatan di Kota Semarang bagian bawah, baik secara fisik, sosial, ekonomi maupun budaya”kata Pengajar Planologi FT Unissula tersebut.

Menurutnya, Sebagian besar wilayah tersebut merupakan kawasan “konservasi” yang merupakan kawasan penyimpanan air bagi Kota Semarang. Selama ini Pemanfaatan ruang di Semarang bagian atas untuk aktivitas permukiman merupakan proses alih fungsi (konversi) dari lahan pertanian menjadi non pertanian yang kurang terkendali.

“Tidak berfungsinya wilayah aliran sungai dengan baik, pada gilirannya kondisi lingkungan Kota Semarang bagian bawah mengalami degradasi lingkungan yang cukup memprihatinkan, seperti sekarang ini banjir dan longsor” terangnya.

Selain Rehabilitasi dikawasan semarang atas, Agung juga mengusulkan kepada pemkot agar penataan ruang dengan memperhatikan ekologi secara berkelanjutan serta Program kali bersih pada semua sungai dan saluran, berikut pengaturan sempadan sungai dan saluran.

June 16, 2013

Perda Kawasan Tanpa Rokok Efektif Lindungi Perokok Pasif

 
Peraturan Daerah (Perda) Kota Semarang Nomor 3 tentang Kawasan Tanpa Rokok efektif untuk melindungi para perokok pasif dari paparan asap rokok yang yang disebabkan oleh para perokok.karena orang yang selama ini menjadi korban asap rokok sementara dia sendiri tidak merokok sehingga ini perlu keadilan dengan menerbitkan perda kawasan tanpa rokok.

Demikian Kata Tulus Abadi Anggota pengurus harian Yayasan Lembaga Konsumen indonesia (YLKI) usai Seminar Penguatan Advokasi Kawasan Tanpa Rokok Kota Semarang Senin (10/6) di Kampus udinus Semarang.

Dia Mengatakan, Sekitar 94 Juta masyarakat Diindonesia Terkena paparan asap Rokok Ditempat tempat umum. "Oleh karena itu penerbitan Perda kawasan Tanpa Rokok dikota semarang Efektif karena Pro kesehatan" katanya.

Terkait penerapan Perda tersebut, Pria yang juga aktivis Tobacco Control Indonesia tersebut juga menyarankan dia menyarankan agar pemerintah dalam hal ini Pegawai Negeri Sipil (PNS) harus memberi Contoh kepada masyarakat. Karena selama ini Survei yang dilakukan oleh YLKI di jakarta sebanyak 45% Pelanggar perda Kawasan tanpa rokok adalah PNS.

“Selain itu dalam sosialisasi Perda Kawasan Tanpa Rokok, Ditempat-tempat umum yang masuk dalam KTR harus diberikan penandaan yang jelas”imbuh tulus.

Sementara itu Ketua pansus DPRD Kota Semarang Anang Budi Utomo mengaku optimis Perda Kawasan tanpa Rokok bisa diterapkan Dikota Semarang “kita harus optimis, karena kita akan melakukan Sosialisasi terus menerus dan nanti juga akan dilakukan uji coba dibeberapa titik”terangnya.

Dalam kesempatan itu Ratusan mahasiswa yang berasal dari berbagai kampus dikota semarang juga mendeklarasikan Kawasan tanpa rokok. Deklarasi tersebut sebagai bentuk dukungan atas disahkannya Perda Nomor 3 tentang kawasan tanpa rokok Dikota Semarang.

Dalam Deklarasi tersebut mahasiswa bertekad untuk menjadi generasi tanpa rokok, tidak akan merokok dikawasan tanpa rokok, tidak akan segan mengingatkan orang yang merokok dikawasan tanpa rokok dan ikut serta mewujudkan kawasan tanpa rokok dikampus.
 
Gambar : lintassatuonline.com 

CFND Kota Lama Sepi Peminat

SEMARANG - Keinginan Pemerintah Kota Semarang untuk membuat kawasan kota lama menjadi destinasi wisata baru di kota Semarang dengan menggelar Car Free Night And Day (CFND) di Kawasan Kota lama ternyata belum berjalan mulus.

Setelah Sabtu malam (15/6) gagal menggelar Pembukaan di kawasan kota lama dan akhirnya dipindahkan ke Balai Kota Karena Hujan, Hingga hari ini Minggu (16/6) Jalanan kota lama yang semestinya ramai oleh lalu lalang pejalan kaki ternyata masih sepi pegunjung.

Dari pantauan suaramerdeka.com, Suasana sepi masih terlihat di beberapa titik yakni di sepanjang Jalan Letjen Suprapto, sekitar taman Srigunting dan Gereja Blenduk mulai Sabtu (15/6) sore hingga Minggu (16/6) pagi. hanya ada Perlombaan Mewarnai, beberapa komunitas dan Stan stan. Selain itu CFND yang seharusnya bebas dari kendaraan bermotor, sesekali masih terlihat kedaraan yang lalulalang melewati jalan Letjen Suprapto.

Menurut salah satu Pengunjung, Oky yuripa (21) dan Galih Eko (20) mengatakan, Pelaksanaan CFND di Kota lama bisa maksimal, Dia berharap pemerintah bisa konsisten diadakan sampai kedepan, selain itu konten yang ada di kota lama bisa diperbanyak. “Kalau bisa diadakan setiap minggu, Mungkin karena ini launching pertama Jadi masih Sepi, Konten lebih diperbanyak seperti musik, band, jadi anak muda bisa ada wadahnya” Ujar Oky dan Galih saling menimpali.

Warga lain Susi Rusniyati (21) Juga berharap Car Free Night Day di kota lama bisa tetep ada, menurutnya pemerintah seharusnya bisa melakukan sosialisasi lebih luas kepada masyarakat “selama ini kan masih kurang publikasi, ini dari tadi pagi jam enam saya disini masih sepi kayak gini aja” katanya.

Kepala BLH Kota Semarang Trijoto Sardjoko kepada Media beberapa waktu lalu mengatakan, CFND ini bertujuan untuk memeriahkan Kota Lama. Menurutnya CFND Kota lama juga bisa menjadi salah satu destinasi wisata andalan Kota Semarang.

“Dengan CFND akan tersedia ruang publik untuk aktivitas warga. Dengan bebas kendaraan, maka kawasan Kota Lama bebas polusi dan masyarakat bisa memanfaatkan ruang terbuka untuk kegiatan,” terangnya.

June 12, 2013

Pelanggar Perda Kawasan Tanpa Rokok Bisa Dipidana



SEMARANG - Pelanggar Peraturan Daerah (Perda) tentang Kawasan Tanpa Rokok bisa terkena pasal Tindak Pidana Ringan dengan ancaman Tiga Bulan Kurungan. Hal demikian dikarenakan peraturan daerah merupakan produk hukum dari lembaga eksekutif dan legislatif, sehingga sanksi dari pelanggaran perda tersebut adalah sanksi pidana.

Hal ini menyusul disahkannya Perda Kota Semarang Nomor 3 itu pada 30 Mei lalu. Perda ini diterapkan, setelah penerapan Peraturan Wali Kota Semarang tentang Kawasan Tanpa rokok dinilai kurang efektif.

"Perda itu kan beda dengan peraturan wali kota. Kalau Perwal sanksinya paling tinggi sanksi administratif, tetapi kalau sudah perda sanksinya sudah masuk ke sanksi pidana. Ya nanti masuknya Tindak Pidana Ringan (Tipiring) bisa Tiga bulan kurungan," kata Ketua Pansus DPRD Kota Semarang Anang Budi Utomo usai memberikan materi dalam Seminar Penguatan Advokasi Kawasan Tanpa Rokok Kota Semarang di Kampus Udinus, Senin (10/6).

"Kalau promosinya bagus, sosialisasinya merata, harapan kami sanksi pidana ini tidak terjadi. Tetapi kalau upaya persuasif dan prefentif atau pencegahan sudah maksimal dilakukan, masih juga ada pelanggaran, ya apa boleh buat," imbuhnya.

Menurut Anang, perda tersebut membutuhkan waktu sosialisasi selama enam. Setelah itu, lanjut dia, akan dilakukan uji coba di beberapa titik dan kecamatan, termasuk di kantor kantor pemerintahan. "Nanti akan dilakukan uji coba dulu sebelum diberlakukan secara menyeluruh di kota Semarang," kata Anang.

Seperti diketahui, Perda Kawasan Tanpa Rokok tidak melarang orang untuk merokok, tetapi mengatur para perokok untuk tidak merokok di kawasan tanpa rokok.

Kawasan Tanpa Rokok yang dimaksud dalam Perda tersebut adalah tempat umum, tempat kerja, angkutan umum, tempat ibadah, arena kegiatan anak, tempat proses belajar mengajar, dan tempat pelayanan kesehatan. "Tujuannya untuk menghormati orang lain yang bukan perokok agar tidak terpapar asap rokok," katanya.

June 7, 2013

Iwan Fals Tanam Bibit Pohon Di MAJT


SEMARANG, Penyayi Legendaris Iwan Fals Bersama ratusan Fansnya yang tergabung dalam Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Orang Indonesia (OI) Jum’at (7/6) sore melakukan penanaman pohon di komplek Masjid Agung jawa tengah (MAJT) Jalan Gajah Semarang.

Menurut Panitia Havid Sungkar (35) sebanyak 200 Bibit Pohon yang terdiri dari pohon Matoa, Jati dan lainya ditanam karena memang setiap konser Iwan fals ada penanaman pohon, “Di Semarang ini adalah Kota yang ke Enam karena yang minta mas Iwan” katanya.

Iwan Fals yang datang Pukul 16.30 WIB, langsung disambut oleh para penggemarnya. kemudian langsung menggelar Konferensi Pers. dia mengaku selalu berusaha mendisiplinkan diri ketika menjelang konser diusahakan menanam Pohon dahulu. "Akhir bulan ini Kami Rencana louncing album Semua lagu terinspirasi dari pohon pohon dirumah saya" katanya.

Sementara itu Kepala bidang Planologi Kehutanan Provinsi Jawa Tengah Ir Raharjo yang hadir dalam kesempatan itu mengatakan Partisipasi Masyarakat  yang mendukung penghijauan di Jawa Tengah cukup bagus.
 
Dari data yang dirilis sejak tahun 2010, Program pemerintah yakni penanaman Satu Milyar Pohon. Sebanyak 120 Juta Pohon sudah ditanam setiap tahunnya.
 
Dikatakan, Ir.Raharjo  Jika Kegiatan penanaman Pohon dilakukan oleh Pemerintah saja tidak akan sebanyak itu, maka masyarakat juga harus berpartisipasi untuk mendukung Program Penanaman Pohon, Dia berharap Kegiatan yang Juga di lakukan oleh Publik Figur seperti Iwan Fals menjadi salah satu mesin penggerak untuk merangkul semua pihak
 
“Masyarakat yang hadir dalam kegiatan penanaman Bibit ini bisa menjadi humas atau public relation untuk mengajak masyarakat yang lain untuk berpartisipasi dalam menghijaukan lingkungan, mengingat saat ini masih banyak pohon yang harus ditanam dan harus melibatkan banyak masyarakat”katanya.

June 6, 2013

Belajar Semarakan Ramadhan Bersama Masjid Jogokariyan

 
 
Saat ini keberadaan masjid diindonesia sebenarnya sudah lebih dari cukup,  tetapi seperti diketahui bersama saat ini  masjid hanya seperti menjadi sebatas kebanggaan dan bermegah megahan saja dengan bangunan masjid padahal yang lebih penting dari membangun masjid  adalah dengan membangun orang-orang yang memakmurkan masjid.

“Saat ini masjid sedang mengalami Krisis seperti kepengurusan, Krisis khotib, Krisis remaja masjid, Krisis keterlibatan jamaah, Krisis program dan sarana , Krisis keuangan Krisis manajemen dan administrasi Krisis rasa memiliki dan Krisis persatuan antar sesama jamaah” Demikian kata Ustadz Diding Darmudi LC, M.Si dalam Bedah kampung Ramadhan Masjid Jogokariyan yang digelar oleh Jaringan Pemuda & Remaja Masjid Indonesia (JPRMI) Kota Semarang & Ikatan Da’I Indonesia (IKADI) Kota Semarang Jogjakarta Kamis (6/6) di Hotel Simpang Lima Jalan Ahmad Yani Semarang .

Menurut ketua Ikatan Da’i Indonesia (IKADI) Kota Semarang tersebut Masjid selain menjadi sarana ibadah, pada zaman Rosululloh Masjid juga bisa berfungsi sebagai Pusat kegiatan dan pemberdayaan sosial. Tempat penampungan fakir miskin (ahlu suffah) untuk berlindung dan tinggal sampai memberikan  solusinya. Selain itu juga sebagai Pusat informasi, Fungsi peradilan dan bahkan menjadi pusat pemerintahan.
 
“Oleh karena itu Menjelang Bulan ramadhan yang tinggal sekitar satu bulan lagi, Para Takmir masjid diharapkan bisa mempersiapkan program Kegiatan dibuan Ramadhan secara Produktif kreatif sekaligus rekreatif agar bisa menghidupkan kembali fungsi masjid” Katanya.
 
Kegiatan bertajuk “Memasjidkan Masyarakat Dan Memasyarakatkan Masjid” tersebut dalam rangka mencontoh Semarak suasana Bulan ramadhan dengan konsep ‘kampoeng Ramadhan’ yang digagas oleh Takmir Masjid Jogokariyan Yogyakarta, dimana mereka menyemarakan dan menghidupkan bulan Ramadhan dengan berbagai variasi acara dan kegiatan yang bersifat religus, produktif sekaligus rekreatif sebagai bentuk syiar dan kegembiraan menyambut Ramadhan.
 
Seperti dengan “Parade Bedug Keliling Jogja”, “Pasar Sore” di sepanjang Jl Jogokariyan, yang menjajakan aneka makanan-minuman, pakaian, souvenir, pernak-pernik Islami, dan sebagainya yang memanfaatkan berbagai potensi ekonomi warga Jogokariyan dan sekitarnya.
 
Ustadz Jazir yang juga merupakan Ketua Umum Takmir Masjid Jogokariyan yang hadir sebagai narasumber mengatakan, masjid Harus dikembalikan lagi pada fungsi semula yaitu untuk kemakmuran masyarakat di sekitar masjid. “Masjid kalau isisnya cuma ceramah dan sholat saja maka yang bisa terlibat dalam masjid hanya santri dan kyai saja. tetapi ketika masjid bisa memaksimalkan potensi masyarakat seperti olahraga, komunitas sepeda, seniman dan lainnya maka akan lebih memasyarakat” kata dia.
 
Dikatakan Jazir, masjid Jogokariyan dibangun dengan semangat saling memiliki, karena dilakukan dengan pendekatan yang humanis, termasuk Pemberdayaan  Remaja yang merupakan proses Kaderisasi yang paling efektif untuk meneruskan amanah para orang tua sebagai pengurus masjid.
 
“Remaja itu harus diberi fasilitas untuk pengembangan diri. Disana Kami mengadakan kegiatan pengembangan diri, seperti pesantren desain grafis dan lainnya karena kami mengajarkan kepada para remaja disana dengan Sukses Study, sukses Ekokomi, Sukses  organisasi, Sukses Sosial, dan Sukses Rukhiyahnya”katanya.
 
Ketua Panitia, Ali Umar Dhani, S.Pt, M.Si mengatakan tindak lanjut dari kegiatan ini adalah dengan mengadakan festival ramadhan kreatif yang mana tujuan dari festival ini diadakan untuk mengaktifkan suasana ramadhan di setiap masjid dengan yang ada di kota Semarang.  
 
“Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 100 peserta yang merupakan takmir, pemuda dan remaja masjid se-kota semarang. Diharapkan Peserta bisa menyemarakan bulan ramadhan dengan kegiatan yang kreatif seperti halnya di masjid Jogokariyan” katanya.

May 19, 2013

Materi Sastra Dalam Kurikulum 2013 Perlu Dibenahi

ilustrasi/ Sumber Gambar: http://www.sindotrijaya.com/news/detail/3723/kurikulum-2013-akan-terus-di-evaluasi#.UZh7gUrAGSo

SEMARANG, Materi yang berkaitan dengan Sastra Bahasa Indonesia dalam Kurikulum 2013 masih perlu banyak dibenahi. Pasalnya banyak materi tentang sastra indonesia dalam kurikulum 2013 ini yang masih tumpang tindih dan bahkan ada pula yang dihilangkan.

Demikian ungkap Dr Teguh Supriyanto M Hum, Dosen Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Negeri Semarang (Unnes) dalam Seminar nasional bertajuk 'Peran Guru Bahasa Indonesia untuk mengoptimalkan potensi peserta didik dalam Kurikulum 2013' yang digelar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unissula, Sabtu (18/5).

“Banyak topik-topik yang justru mengandung nilai-nilai karakter itu dihilangkan, seperti di tingkat sekolah dasar. Mestinya anak-anak dilatih untuk banyak membaca seperti membaca cerita, meskipun masih tahap pengenalan, tetapi dengan begitu mereka akan memperoleh hal-hal yang berguna,” kata Teguh.

Selain itu, lanjut teguh, materi Sastra Indonesia ditingkat SMA juga tidak hanya mempelajari sastra yang kuno, tetapi juga materi sastra kontemporer yang saat ini biasa dinikmati oleh kalangan remaja.

“Harus banyak efek novel yang kekinian, tidak hanya yang kuno, itu lebih penting dan lebih kontekstual. Karena novel itu mencerminkan semangat zaman. Jadi ketika novel itu di terbitkan pada saat zaman sekarang, itu menjadi nyambung ketika dipelajari di sekolah-sekolah,” pungkasnya.

Sedangkan dalam Kurikulum 2013 ini, terkesan banyak yang tidak efektif seperti materi tentang anekdot yang dipelajari selama satu tahun di kelas satu SD.

“Masa mau belajar anekdot saja satu tahun, dari mulai mengenal, menghayati dan menggali nilai-nilai anekdot dan dan juga membandingkan, ini kan nggak efektif,” katanya.

Dirinya juga tidak memungkiri kalau target dari Kurikulum 2013 ini memang bagus karena mengandung nilai-nilai yang baik yang bisa membentuk karakter peserta didik.

Meski Begitu, dia berharap, peran Guru Sastra harus maksimal, harus bisa menjadi teladan siswanya, dan harus memiliki pengetahuan yang memadai. Tidak hanya teori dan konsep, tetapi juga pengetahuan umum.

May 18, 2013

Kurikulum 2013 Lebih Religius



Ilustrasi/ Sumber: http://kemdikbud.go.id/kemdikbud/berita/1023
SEMARANG - Kontroversi tentang kurikulum 2013 yang saat ini masih hangat di kalangan pegiat Pendidikan ternyata tidak selamanya dianggap buruk. Pakar  dan konsultan pendidikan Munif Chotib menilai Kurikulum 2013 yang akan dilaksanakan pada Juli mendatang lebih religius.

Pasalnya dari tiga target di dalam kurikulum 2013 yakni Keahlian, pengetahuan dan sikap tersebut semuanya akan dihubungkan dengan nilai-nilai ketuhanan.

“Target kurikulum 2013 itu kan pertama anak itu punya keahlian, kedua anak punya pengetahuan, ketiga  anak punya sikap yang baik kepada sesama, nah ketiga hal itu kemudian harus  dihubungkan kepada Allah ta’ala, kalau itu benar bukan hanya tulisan tulisan teori tetapi mampu diaplikasikan saya yakin pendidikan di Indonesia akan maju. Dan harus berubah memang,” kata Munif kepada wartawan kamis (16/5).

Menurutnya, sebenarnya kurikulum 2013 ini tidak beda jauh dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Hanya kurikulum kali ini lebih nyata untuk mempermudah guru-guru dan lebih religius. “Karena saya melihat banyak orang yang pintar, banyak orang yang ahli punya keterampilan macam-macam tetapi muaranya tidak tertuju pada Tuhan,” Katanya.

Terkait kontroversi kurikulum 2013 yang dinilai kurang memberikan ruang kreativitas terhadap guru, Pria yang juga merupakan salah satu tim penyusun kurikulum 2013 mengatakan, hal itu disebabkan karena ketidaktahuan masyarakat terhadap kurikulum itu.

“Misalnya saja banyak yang menentang karena guru dianggap kurang kreatif karena guru sduah langsung diberikan RPP, padahal kami yang menyusun itu namanya buku guru, dan bukan RPP,dan buku guru itu adalah pedoman yang membantu guru untuk membuat RPP, dan ini kan problem,” katanya.

Selain itu, yang menjadi kontroversial disini adalah karena perbedaan paradigma, menurutnya, ada beberapa orang yang masih meyakini model pembelajaran Fragmented yaitu model pembelajaran tradisional yang memilah dan memisahkan disiplin ilmu atas beberapa mata pelajaran tanpa memadukan atau mengaitkan satu sama lain. (Irsyam Faiz)

April 27, 2013

Diskusi Buku "Halah Pokokmen" Kupas Tuntas Dialek Semarangan

Jika dibandingkan dengan dialek muria (pati, kudus, jepara) dan banyumasan. Secara geografis daerah selebaran penutur bahasa semarangan paling sempit. Bahkan bahasa ini tidak tumbuh dan berkembang diseluruh wilayah administratif kota semarang, tetapi hanya tumbuh dan bekembang diwilayah perkampungan antara banjir kanal timur dan banjir kanal barat. Pernyataan itu tertuang dalam kalimat pembuka dalam buku "Halah Pokokmen" yang ditulis oleh wartawan suara merdeka Hartono Samidjan. 

"Oleh karena itu, lewat buku ini saya ingin bahwa dialek semarangan ini bisa terdokumentasikan, karena selama ini bahasa semarangan ini dikenal sebagai bahasa lisan, jadi masyarakat ketika ingin mengetahui bahasa semarangan seperti apa itu teksnya tidak ada" kata hartono dalam Peluncuran dan Diskusi buku yang ditulisnya Sabtu (27/4) di Rumah Makan Semarang Jl Gajahmada 125 Semarang. 

August 2, 2012

Sekolah Multimedia Makin diminati

Siswa SMK Perdana Semarang sedang melakukan 
Praktek kreja lapangan di Unissula TV.
SEMARANG- Diera komunikasi seperti sekarang ini sekolah multimedia semakin diminati, hal itu dikarenakan kebutuhan akan pekerja dibidang IT semakin dibutuhkan. Hal itu disampaikan M. Nurrohman S.Kom Kepala Sekolah SMK TI Umar Fatah Rembang disela-sela Kegiatan PLPG di Unnes, selasa (24/07).
“Sekolah- sekolah multimedia sekarang semakin diminati, disekolah yang saya pegang saja peminatnya  dari tahun ke tahun semakin meningkat” Ungkapnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Dedy kurniadi ST, saat ditanya bagaimana pentingnya teknologi  informasi saat ini, ia mengatakan “hampir semua aspek kehidupan terkait dengan dunia teknologi, selain itu dunia industry sedang berkembang pesat dan membutuhkan banyak SDM, harapannya sekolah-sekolah multimedia saat ini bisa memenuhi kebutuhan SDM” ungkap  sarjana IT lulusan Unissula yang saat ini bekerja sebagai  manajer IT Unissula TV.

July 28, 2012

Jalur ditutup, Perbaikan Ciregol Meningkat


BREBESSejak ditutup pada minggu (08/07) lalu, perbaikan jalan nasional tegal-purwokerto yang ambalas di tanjakan ciregol desa kutamendala kecamatan tonjong kabupaten brebes mulai mengalami peningkatan.

  Dari pantauan saya, hingga minggu (22/07) para pekerja masih sibuk mengerjakan badan jalan yang masih didominasi dengan tanah, sebagian masih ada yang 
mengeruk dan meratakan tanah. Sementara itu belum terlihat para pekerja yang melakukan pengaspalan. 
Menurut salah seorang warga pengguna sepeda motor yang melintas mengaku merasa lebih nyaman setelah jalur ditutup,”kalo kaya gini kan lebih lega mas, kalau dulu itu banyak truk-truk besar sehingga menyulitkan pekerja dan bahkan beberapa kali ada kecelakaan” ungkapnya.

July 9, 2012

Radio Fikom Gelar Workshop


Badan Eksekutif mahasiswa Fakultas Ilmu komunikasi Unissula mengadakan Workshop “manajemen Penyiaran dan Jurnalistik online” pada Rabu 6 Juni kemarin, kegiatan yang bertajuk “mahasiswa kreatif dalam karya santun dalam etika”itu diikuti oleh sekitar 30 peserta yang sebelumnya sudah mendaftar melalui sms, peserta terdiri dari mahasiswa dari berbagai fakultas yang ada diunissula, dan dari radio komunitas tazmania fakultas teknologi industry unissula.


Menurut panitia fian septian mengatakan, acara ini diselenggarakan atas terbentuknya radio online fikom hasil karya mahasiswa fakultas ilmu komunikasi unissula.
Selain workshop, diadakan pula launching radio online fikom yang ditandai dengan penyerahan tanda jadi dari kepala radio online fikom M.Irsyam Faiz kepada dekan fikom unissula yang diwakili oleh sekretaris dekan ibu dian marhaeni M.Si.

Acara ini menghadirkan septiana srimirhati cahyaningsih, penyiar radio ss fm semarang, “radio online saat ini sudah menjadi tren, bahkan radio konvensional sekarang sudah perlahan pindah ke radio streaming,penyiar yang memiliki nama udara imel ini  menambahkan, selain untuk melebarkan jangkauan penyiaran, radio streaming juga berpeluang mendapatkan iklan yang lebih besar” Jelasnya.

Hadir pula sebagai pembicara mubarok M.Si dosen fakultas ilmu komunikasi unissula,”untuk membuat sebuah radio memang harus didasari niat dan semangat yang tinggi, ia menambahkan, bagi radio pemula seperti radio fikom harus memantapkan visi dan misinya agar bisa terus bertahan” Tandasnya. (faiz)

Fikom unissula Optimis akreditasi B


Badan akreditasi nasional perguruan tinggi  (BAN-PT) melakukan visitasi atau kunjungan ke fikom unissula pada rabu (04/07) kemarin.
 “kami optimis akan mendapatkan nilai baik dalam akreditsi ini, karena sebagian besar persayatan untuk mendapatkan nilai B sudah kami penuhi, ditambah beberapa fasilitas yang miliki dan kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan media literacy itu memberikan nilai tambah bagi fikom unissula itu sendiri, selain itu prosiding yang kami miliki dan kurikulum kami yang sudah berbasis kompetensi dan integritas juga menambah penilaian dalam akreditasi ini” ungkap dekan Fikom Hj Evie Sofiyati M Ibrahim M.Ilkom.
Hal sebada juga disampaikan Prof Dr Yunan salah satu assessor dari BAN PT yang saat itu juga melakukan Visitasi mengatakan fakultas ilmu komunikasi unissula memiliki potensi untuk berkembang dalam dunia komunikasi islam, ia juga menambahkan, informasi yang diterima melalui Borang telai ia dapatkan dengan melihat secara langsung di lapangan ”fikom unissula memiliki potensi yang besar untuk maju dan berkembang informasi yang kami dapatkan di borang (alat untuk mengumpulkan dan mengungkapkan data dan informasi yang digunakan untuk menilai kelayakan dan mutu institusi .red) yang kami terima beberapa waktu lalu ternyata sesuai dengan yang ada dilapangan, dan ini menjadi kekuatan besar bagi fikom unissula untuk mendapatkan nilai baik” ungkap guru besar Fakultas Dakwan dan ilmu komunikasi UIN Syarif hidayatulloh Jakarta saat ditemui usai melakukan visitasi di fikom unissula.
Ada beberapa standar penilaian dalam akreditasi ini yakni Visi, misi, tujuan dan sasaran, serta strategi pencapaian Tata pamong,  kepemimpinan, sistem pengelolaan, dan penjaminan mutu Mahasiswa dan lulusan Sumber daya manusia Kurikulum, pembelajaran, dan suasana akademik Pembiayaan, sarana dan prasarana, serta sistem informasi Penelitian,  pelayanan/pengabdian kepada masyarakat, dan kerjasama. (Faiz)
  

FH Unissula gelar Konferensi Internasional



Perkebangan teknologi saat ini telah merubah aktivitas-aktivitas ekonomi dunia menjadi lebih efektif dan efisien., seperti Payment Gateway dan Internet Banking System yang merupakan   intrumen dalam melakukan kegiatan di bidang ekonomi, Instrumen pembayaran ini dapat memudahkan kontrak bisnis antara penjual dan pembeli di berbagai bank-bank, super market dan lembaga-lembaga ekonomi lainnya yang berada di dunia ini tanpa bertemu secara langsung akan tetapi semua ini dilakukan melalui dunia maya. hal itu disampaikan dekan Fakulultas Hukum  Unissula Dr. H. Mustaghfirin S.H, M.Hum  dalam  pembukaan internasional conference (12/06) diballroom hotel semesta semarang.  Namun, masih menurut mustaghfirin, instrument Payment Gateway dan Internet Banking System yang saat ini popular dimasyarakat ternyata dapat menimbulkan berbagai masalah seperti penipuan, pemalsuan, dan dampak negative lainnya. “Kegiatan ekonomi modern yang menggunakan instrumen Payment Gateway dan Internet Banking System ini dapat juga menimbulkan berbagai masalah seperti penipuan, pemalsuan kartu kridit, mengirim barang yang tidak sesuai dengan yang di pesan, uang yang di kirim melebihi dari yang diperjanjikan, dengan demikian perlu digagas ide-ide pemikiran yang didasarkan pada sistem ekonomi islam dan sistem hukum ekonomi universal yang dipandang dapat memberikan solusi keadilan dalam praktek berekonomi di dunia.” Jelasnya.
Conferensi yang bertema   Payment Gateway And Internet Banking System In Islamic Economic System And Universal Economic Legal System Perspective” ini bertujuan untuk memberikan kontribusi baik itu dalam bentuk pemikiran maupun praktek kepada para pengusaha perbankan dan nasabah “konferensi internasional ini diharapkan akan Memberikan kontribusi pemikiran dalam praktek kepada Pengusaha, Banking, Nasabah, dalam menggunakan payment gateway and internet banking system yang didasarkan pada nilai-nilai ekonomi islam dan nilai-nilai hukum ekonomi universal,  selain itu kegiatan ini bertujuan Memberikan kontribusi pemikiran secara teoritis terhadap sivitas akademika dalam ilmu pengetahuan tentang payment gateway and internet banking system yang berdasarkan pada nilai-nilai ekonomi islam dan nilai-nilai hukum ekonomi universal, dan Menfasilitasi pertemuan dan kerjasama antar Perguruan Tinggi di dunia, para Praktisi, Banking, dan para Pengusaha” ungkap dekan yang juga akan menjadi pembicara konferensi tersebut.Dalam konferensi internasional ini akan digelar selama 2 hari yakni hari rabu-kamis, 13-14 Juni 2012 mendatangkan narasumber dari para pakar IT, perbankkan, pengusaha, hukum, agama, baik dari dalam maupun luar negeri yang berkompeten dibidang tersebut, antara lain Gubernur Bank Indonesia, IDB (Islamic Development Bank) Jeddah Saudi Arabia, Direktur Bank Syari’ah Bank Indonesia, Prof. Dr. Mohd Akram Bin Shair Mohamed J.S.M. LL.B, LLM, Ph.D (Dekan Fakultas Undang-undang International Islamic University Malaysia(IIUM)), Yuslam Fauzi (Direktur Utama Bank Syari’ah Mandiri) , Dr.  Ghulam Yazdani (Jamia Millia Islamia India), Ir. H. Arvian Arifin (Pimpinan Bank Mu’amalat Indonesia), Dr. H. Mustaghfirin, SH,M.Hum (Dekan Fakultas Hukum UNISSULA Semarang), Mehidil Muhtar (Al-Jazair-Saudi Arabia), Dr. Ziyad Mahmood Rasheed (Universitas Iraqiyah), Prof. Dr. H. Laode M. Kamaluddin, M.Ec., M.Eng (Rektor UNISSULA Semarang), Dr. Imam Yahya (Badan Arbitrase Syari’ah Nasional Majelis Ulama’ Indonesia Perwakilan Jawa Tengah), Arya Damar (Pimpinan PT. Arta Jasa), Dr. Sonny Zulhuda (Dosen Pakar Cyber Law Fakultas Undang-undang International Islamic University Malaysia(IIUM), Mahkamah Agung Republik Indonesia, Zainal Fanani (BNI Syari’ah).

June 21, 2012

FRI: Pemerintah harusnya tak campuri otonomi kampus



Otonomi kampus perlu diprioritaskan dalam pembangunan regulasi nasional tentang pendidikan. Otoritas pusat hendaknya tidak terlalu ikut campur persoalan rumah tangga kampus yang berbasis pada perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. Hal itu dsampaikan oleh ketua Forum Rektor Indonesia (FRI) 2013 Prof Laode M Kamaludin dalam Roundtable Discussion di Unissula pada rabu (20/6). Laode menambahkan Pemerintah seharusnya  hanya menyediakan fasilitasi program kegiatan kampus, dan untuk birokrasi kampus hendaknya disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing perguruan tinggi.
Terkait perbandingan perguruan tinggi negeri dan swasta Prof laode yang juga Rektor Unissula nampaknya menginginkan agar tidak ada perbedaan antara negeri dan swasta dalam hal Politik hukum redistribusi, menurutnya politik hokum redistribusi perlu digulirkan diantara sesama perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta.
Dalam pertemuan yang bertajuk “Universitas Sebagai Benteng Penjaga Moralitas Bangsa” itu juga menyoroti rancangan undang-undang pendidikan tinggi yang saat ini sedang dalam masa penggodokan di DPR, forum rector Indonesia memandang ada beberapa pasal yang perlu di perbaiki, yaitu terkait sentralisasi pemerintah dalam mengendalikan perguruan tinggi (pasal 7 ayat 6)  FRI menilai Kementrian seharusnya tidak memiliki otoritas penuh dalam mengatur dari kebijakan paling umum hingga pada level yang seharusnya masuk dimensi pribadi bagi sebuah perguruan tinggi.
Selain itu FRI juga menyoroti pasal 10 ayat 4 tentang rumpun ilmu pengetahuan dan teknologi lainnya yang diatur dengan peraturan menteri. “bagaimana mungkin kebebasan akademik yang menjadi adigium suci bagi perguruan tinggi di tekan oleh regulasi unifikasi yang bersifat represif, penelitian dan pengabdian masyarakat pun dikendalikan oleh kementrian, bukan inisiatif perguran tinggi yang bersangkutan lagi. Selain itu Termasuk dalam RUU ini, rotasi dosen oleh kementrian memungkinkan para dosen yang kritis untuk disingkirkan dari peredaran dunia akademik-intelektual” jelas Prof laode dalam pembacaan pokok-pokok pikiran forum rector Indonesia.
Meski begitu,menurut Prof. anwar arifin, Staf Ahli Komisi X DPR RI,  tidak semua format RUU PT tersebut bertentangan, ada juga nilai-nilai positif dan bermanfaat. “dalam RUU ini Mahasiswa sangat diuntungkan, pemerintah akan memberikan bantuan kepada mahasiswa dhu’afa yakni dengan memberikan kuota 20 % di PTN untuk mahasiswa tidak mampu (pasal 76), selain itu mahasiswa juga membayar sesuai dengan kemampuan yakni dengan subsidi silang (pasal 77). (faiz)

May 9, 2012

Pop singer, kesenian yang tak pernah mati




Lembaga kemahasiswaan Unissula menggelar lomba pop singer untuk mahasiswa dan mahasiswi di teater terbuka belakang gedung cyber library Unissula pada Rabu (11/04). Perlombaan pencari bakat untuk tari suara tersebut diikuti oleh 39 mahasiswa dan mahasiswi dari berbagai fakultas.
Ketua bidang kemahasiswaan Unissula, suseno mangatakan, pihaknya akan melombakan para juara pop singer ini ke tingkat kompetisi yang lebih tinggi lagi, “dalam lomba pop singer ini kita akan mencari figure untuk dibina dan diikutkan ke tingkat kompetisi yang lebih tinggi lagi ”ungkap lelaki yang biasa dipanggil Pak seno dalam sambutannya.
Terpilih Dini Rahamatika dari Fakultas Agama Islam (FAI)sebagai juara 1 , disusul juara 2 refi Agesti (FK), Juara 3 Tembang Kinanti P(FE), Juara harapan 1 Shinta Ningtyas (Fpsi),Juara harapan 2 Dwi Wahyuning S (Fpsi),Juara Harapan 3 Resta Destalia (FK). Untuk Putra juara 1 disabet olah Ricky Ryan F dari Fakultas Bahasa, disusul juara putra (FH), Juara 3 Muh Iksan Sanusi (FT), Juara harapan 1 Tomy Kinsri S (FT,Juara harapan 2 Adhyaksa (FE),Juara Harapan 3 Gasa Rendy (FE).
Rector unissula dalam sambutannya menghimbau agar mahasiswa bukan hanya mentradisikan kegiatan-kegiatan diskusi, olahraga dan sebagaianya tetapi juga mentradisikan kegiatan kesenian, “kegiatan seni dikalangan mahasiswa jangan sampai mati, sama halnya dengan dengan olahrahga dan diskusi karena itu bagian dari kehidupan mahasiswa” ujarnya. “Aspek baru dalam kegiatan kemahasiswaan harus tetap dikembangkan, termasuk di bidang seni” lanjutnya.(faiz)

Sutrisno Bachir Launching Radio Online Pelajar


Serah terima Piagam Launching dari Soetrisno Bachir ke Head Of Radio Online Pelajar  (ROP)

Soetrisno Bachir memberikan Refleksi Harba ke 65 PII sesaat setelah Launching ROP

Serah Terima Tanda Jadi dari ketua Umum PW PII Jawa Tengah Aji Aflakhi ke Ketua Umum PB PII Muhammad Ridho



Pekalongan- Ketua Umum perhimpunan Keluarga Besar PII, Soetrisno Bachir melaunching Radio Online Pelajar yang didirikan oleh Pengurus wilayah pelajar Islam Indonesia (PII) Jawa tengah sabtu (05/05) di Aula Sekretariat Pengurus Daerah PII Kota Pekalongan.
 Launching ditandai dengan penandatanganan Piagam Launching oleh Soetrisno Bachir Selaku Ketua Alumni PII, Ketua Umum Pengurus Wilayah PII Jawa Tengah Aji Aflakhi dan kepala Radio Online Pelajar Muhammad Irsyam Faiz. Dalam launching tersebut juga diserahkan tanda Jadi kepada ketua Umum PB PII Muhammad Ridho.
“Aktivis PII harus bisa memanfaatkan teknologi informasi untuk kepentingan dakwah pelajar” ujar Sutrisno Bachir.
Radio Online pelajar ini adalah media komunikasi dan informasi bagi para pelajar di indonesia bahkan dunia, yang bisa diakses melalui internet di alamat www.radiopelajar.com  . “ini adalah bentuk layanan kami terhadap kaum pelajar yang saat ini membutuhkan informasi yang sehat dan bermanfaat terkait dunia kepelajaran melalui radio online” kata ketua Umum PW PII Jateng Aji Aflakhi.

Soetrisno Bachir: Alumni PII Harus Menjadi Lokomotif Perubahan



Pekalongan- Alumni pelajar Islam Indoneesia (PII) Seharusnya menjadi lokomotif perubahan yaitu dengan membangun peradaban baru di indonesia yakni peradaban islam, kata ketua Umum Perhimpunan Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (P-KB PII) soetrisno Bachir dalam pembukaan Muswil P-KB PII Jawa Tengah sabtu (05/05) di gedung Amarta Pekalongan.
 Beliau juga menambahkan, dalam membangun peradaban islam ada 5 Aspek yang harus diperhatikan oleh segenap alumni PII yakni nilai-nilai keislaman, entrepreneurship (berwirausaha), Profesional, Penguasaan teknologi, dan optimisme. “organisasi Alumni PII itu seharusnya tidak menjadi organisasi kangen-kangenan saja, tetapi juga menjadi organisasi Gerakan dalam membangun peradaban islam diindonesia, yaitu dengan selalu menerapkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari, jiwa wirausaha, menjadi profesional, menguasai teknologi dan selalu menatap kedepan” paparnya. “sekarang zaman sudah berubah, musuh kita sekarang bukan lagi gerakan-gerakan komunisme, musuh kita sekarang adalah ruang publik yang tidak islami, yang semua itu adalah skenario Yahudi”tambahnya.
Masih menurut SB, selain membangun peradaban islam, alumni PII juga membantu membangkitkan PII-nya yaitu dengan selalu berkomunikasi dengan Aktivis PII dan saling bertukar pikiran. “ saat ini Pengurus Besar PII bersama  pengurus Pusat P-KB PII sedang berusaha mencari format baru  Pelatihan PII agar bisa dilaksanakan bukan hanya pada saat liburan saja”kata pria yang biasa disapa mas Tris oleh rekan-rekannya.
Dalam kesempatan itu hadir pula Wali dan Wakil Wali kota Pekalongan serta anggota DPR RI seperti Hakan Naja, Zubaer syafawi, dan sebagainya.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More