Showing posts with label Info. Show all posts
Showing posts with label Info. Show all posts

July 5, 2013

Penting, Komunikasi Intens dalam Rumah Tangga



Komunikasi yang kurang efekif bisa berakibat fatal bagi keharmonisan dalam kehidupan rumah tangga. Pasalnya seringkali seseorang mengeluhkan pasangannya yang tiba tiba bertingkah laku aneh  dan melakukan sesuatu yang membuat keretakan sebuah rumah tangga.

Menurut Konselor Pernikahan dan Keluarga Ustadz Cahyadi Takariawan mengatakan,  keluarga adalah organisme kehidupan, setiap waktu berjalan selalu ada yang berkembang dan berubah setiap anggotanya (suami/istri dan anak), maka seringkali seseorang tidak mengenal pasangannya dikarenakan tidak mengupdate informasi perkembangan yang dialami anggota keluarganya

“Ketika kita tidak mengenali perkembangan itu maka kita akan terkejut, misalnya muncul kalimat gini, saya tidak tahu tiba tiba suami/istri saya berubah. Itu kan hal yang aneh, karena kata ‘tiba tiba’ itu tidak mungkin muncul ketika kita selalu mengupdate perkembangan perilaku pasangan kita karena semua orang itu berubah ada prosesnya” kata Ustadz Cahyadi dalam Talk Show dan Kajian Keluarga dan Parenting “Wonderful Family” Jum’at sore (5/7) di Gedung Wanita Jalan Sriwijaya Semarang.

Dia menambahkan, bahkan perkembangan teknologi seringkali menjadi pemicu keretakan rumah tangga.“Coba perhatikan, sepasang suami isteri yang duduk berdua, dimeja makan atau diruang tamu berdampingan. Namun saling diam dan asyik dengan gadgetnya sendiri-sendiri. Bahkan tertawa sendiri-sendiri, padahal mereka berdua tidak saling berkomunikasi. Sibuk dengan dunianya sendiri-sendiri”katanya.

Menurutnya, hal itu juga bisa berpotensi merusak keharmonisan keluarga, oleh karena itu update terhadap perkembangan kondisi suami/istri dan anak kita itu sangat penting caranya adalah dengan komunikasi yang intensif dan menyelesaikan masalah dengan mengedepankan musyawarah.

“Caranya ya dengan sering-sering ngobrol, setiap ada masalah dikomunikasikan dengan baik, inilah yang disebut peta kasih yakni sebuah petunjuk informasi bagi kita untuk mengetahui peta perjalanan perkembangan suami/istri dan anak kita. Semakin detail kita tahu peta itu maka semakin tahu kita menuju tujuan kita yakni sebuah kondisi terkini hati dan perasaan suami/istri dan anak-anak kita,”pungkasnya.

March 3, 2010

Fenomena Ilmu Pengetahuan di era komunikasi global


“Jangan merasa lelah kawan teruslah berfikir, paksalah otak kita untuk berfikir,,tinggalkan kebiasaanmu yang selalu gampang menyerah,,itu hanya akan buang – buang waktu saja. Kurangi chatting, facebook, dan hal-hal yang membuat waktumu tidak menjadi produktif”.
Barangkali itulah perkataan salah seorang teman yang membuat diri ini merasa terinjeksi untuk kemudian merenungi perkataan tadi. Betapa banyak waktu yang terbuang selama ini. setidaknya itu adalah yang saya alami saat ini ketika hidup sebagai mahasiswa dan dituntut untuk kreatif dan berilmu, mungkin saya adalah salah satu dari ratusan mahasiswa yang terbawa oleh kemajuan teknologi, terlena oleh mudahnya berkomunikasi dengan teman-teman didunia maya, yang sebetulnya itu

hanya membuang-buang waktu saja. Chating dan facebook contohnya.
Kemajuan teknologi bagaikan pisau bermata dua, di satu sisi teknologi akan memberikan kemaslahatan bagi umat manusia ketika teknologi itu digunakan sesuai dengan fungsinya, dunia internet telah menyihir dunia yang begitu luas menjadi seperangkat alat yang bernama computer, yang dimana kita bisa memberi dan menerima infomasi ke dan dari seluruh dunia hanya dengan duduk didepan computer dengan biaya yang terjangkau. Disisi lain pula teknologi akan menjadi boomerang bagi manusia di dunia ketika digunakan tidak sesuai fungsinya, dengan kemudahan-kemudahan yang ada. Banyak orang – orang yang kemudian menyalahgunakan teknologi tersebut dengan memberikan/menyebarkan informasi-informasi yang merusak. Seperti gambar, tulisan, video porno atau propaganda yang menyudutkan pihak tertentu. Atau yang lainnya. Dan bukan hanya diinternet saja tetapi di media komunikasi lain seperti televise, radio, Koran dan sebagainya.
Inilah yang terjadi dimasyarakat kita pada saat ini. Penggunaan media komunikasi secara global yang menyebabkan seperti ada pergeseran nilai dimasyarakat, khususnya dalam konteks ilmu pengetahuan dan budaya. Dimana ilmu pengetahuan yang dulu kebanyakan diperoleh secara empiris, yang membutuhkan waktu yang cukup lama sehingga tidak mengurangi kualitas pengetahuan itu sendiri. dan kalau kita melihat realita yang ada sekarang adalah bahwa pengetahuan dapat diperoleh dengan sangat mudah. Dari segi budaya juga mengalami hal yang demikian, orang jawa misalkan mereka sangat menjaga sekali aktifitas dalam berkomunikasi khususnya dengan orang yang derajatnya lebih tinggi, tetapi dengan adanya fasilitas internet maka mereka akan lebih terbuka dengan siapa saja.
Pergeseran nilai dalam konteks ilmu pengetahuan ini yang kemudian muncul dengan apa yang disebut budaya populer dimana didalamnya mengandung nilai yang dianggap bisa didapatkan secara instan.
Fenomena yang telah dijelaskan tadi telah merubah perilaku masyarakat yang yang tadinya hegemoni atau menyatu menjadi masyarakat yang bisa dibilang individual. Sebuah contoh sekarang banyak fasilitas khususnya di kampus yakni cara belajar diluar kelas yaitu dengan cara online dimana mahasiswa dan dosen belajar bersama-sama berada dalam space/ruang yang berbeda. Artinya system belajar yang tadinya dilakukan dalam ruang kelas maka ini bisa dilakukan diluar kelas, dimanapun, kapanpun, selagi masih didukung perangkat-perangkat yang ada. Mahasiswa tidak perlu repot-repot lagi dating ke kampus berangkat dari rumah dan lain sebagainya. Dan ini hanya sebuah contoh kecil yang masih banyak contoh lain. Melihat fenomena ini maka munculah pertanyaan: “apakah ini kemajuan atau kemunduran??” mengingat dengan adanya teknologi seperti ini maka orang akan lebih individualis, tetapi di sisi lain hal ini memberi kemudahan. Itu bila kita lihat dari contoh teknologi informasi.
Media masa baik cetak maupun elektronik sebagai lembaga yang berpengaruh besar saat ini merupakan kekuatan yang besar untuk mengendalikan opini public dimana masyarakat lebih nurut dengan apa yang disampaikan oleh media dibanding yang lainnya. Dan disinilah sebetulnya ruang dimana ilmu pengetahuan dan budaya populer dapat bermain.
Ada data yang menarik untuk kita ketahui bersama, bahwa jumlah penerbit cetak pada tahun 2006 mencapai 899 buah(SPS,2007). Perkiraan sirkulasi pers tahun 2006 untuk surat kabar harian adalah 6.058.486 eksemplar, majalah 5.525.857 eksemplar, surat kabar mingguan adalah 1.081.953 eksemplar, tabloid 4.732.055 eksemplar, bulletin 7.809 eksemplar. jumlah totalnya mencapai 17.406.160. daerah peredaran pers hingga tahun 2006 masih didominasi Jakarta yaitu ( 71%=12.520.778 eksemplar), kemudian luar Jakarta (29 %=4.885.382 eksemplar).
Sementara itu jumlah stasiun TV nasional terdiri dari televise republic Inddonesia ( TVRI ) 23 stasiun didaerah dan dipusat ditambah dengan10 stasiun televise swasta/komersial. Disamping televise yang berskala internasional, tumbuh pula stasiun televise local yang mencapai lebih dari 30 stasiun baik dikelola oleh pihak swasta maupun oleh unsur pemda. Semua televise ini mengcover sekitar 67,2 persen dari total populasi sekitar 219.898.300 penduduk Indonesia. Sedangkan stasiun radio yang beroperasi mencapai 1.013 buah temasuk 57 stasiun RRI daerah dan satu stasiun nasional dengan jangkauan akses penduduk mencapai 214,5 juta jiwa. Selain media cetak dan elektronik, ada juga media baru yaitu internet dan telepon seluler yang presentetasinya sebagai media komunikasi semakin hari semakin meluas.
Dari data diatas sudah jelas bahwa merebaknya media komunikasi sangat berpeluang untuk kemajuan ilmu pengetahuan dalam konteks penyebarannya atau mungkin dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dengan sengaja mengeksploitasi media untuk penyebaran virus yang dapat merusak umat manusia dalam berpola piker, perilaku dan lain sebagainya.
Oleh :
M.irsyam Faiz


November 24, 2009

Jangan Ingkari Piagam Jakarta

Piagam Jakarta Hak Umat Islam

Tanggal 22 Juni 1945, merupakan saat yang sangat bersejarah bagi bangsa Indonesia, karena saat itu atau 62 tahun yang lalu telah lahir Piagam Jakarta yang merupakan ruh dalam meletakkan landasan hukum pembangunan bangsa ini. Piagam Jakarta adalah naskah otentik Pembukaan UUD 45. Naskah tersebut disusun oleh Panitia Sembilan bentukan BPUPKI yang terdiri dari Ir Soekarno, Mohammad Hatta, AA Maramis, Abikusno Tjokrosujoso, Abdulkahar Muzakir, Haji Agus Salim, Achmad Subardjo, Wachid Hasjim, dan Muhammad Yamin. Dalam alinea keempat naskah itu tercatat kalimat: ".... kewadjiban mendjalankan

sjari’at Islam bagi pemeluk-pemeluknja....’’

Pada 9 Juli 1945, Soekarno menyebut Piagam Jakarta sebagai gentlemen’s agreement antara kelompok nasionalis-sekuler dan nasionalis-Muslim. Tapi pada 18 Agustus 1945, tujuh kata vital tadi akhirnya didrop. Alasannya, umat Kristen di Indonesia Timur tidak akan turut serta dalam negara Republik Indonesia yang baru saja diproklamirkan bila tujuh kata itu tetap dicantumkan dalam Pembukaan UUD 45 sebagai Dasar Negara.

Mengomentari ultimatum itu, Dr M Natsir mengatakan,
“Menyambut hari Proklamasi 17 Agustus kita bertahmied. Menyambut hari besoknya, 18 Agustus, kita beristighfar. Insya Allah umat Islam tidak akan lupa.”

Upaya kekuatan Islam untuk merehabilitasi Piagam Jakarta pada Sidang Majelis Konstituante 1959 disabotase oleh Presiden Soekarno dengan menerbitkan Dekrit Presiden 5 Juli 1959. Gagal lah usaha tersebut hingga sekarang.

Meskipun demikian, tokoh Masyumi Prof Kasman Singodimedjo dalam biografinya mengingatkan,
“Piagam Jakarta sebenarnya merupakan gentlemen’s agreement dari bangsa ini. Sayang, kalau generasi selanjutnya justru mengingkari sejarah.”

Memasuki era reformasi, UUD 45 memang mengalami amandemen. Hingga ini telah diamandemen sebanyak 4 kali, yakni pada tahun 1999 hingga yang terakhir tahun 2002.

Amandemen itu menimbulkan kontroversi. Ada yang menginginkan kembali ke UUD 45 yang asli (versi Dekrit). Sebagian lagi ingin mempertahankan UUD yang sudah diamandemen yaitu UUD 2002, dan ada yang menginginkan UUD yang sudah diamandemen ini diamandemen kembali untuk kelima kalinya. Untuk yang terakhir ini, sebagian mengusulkan amandemen terbatas, dan sebagian lagi amandemen overwhole atau keseluruhan. Tapi dalam kenyataannya jangankan merehabilitasi Piagam Jakarta, pembahasan amandemen UUD 45 malah sempat menggugat eksistensi Pasal 29 yang menegaskan landasan ketuhanan bangsa.

Makin liar

Amandemen berikutnya cenderung semakin liar. UUD Amandemen 2002 adalah kran awal dari intervensi asing dalam perundang-undangan. Secara umum modus operandi imperialisme lewat jalur UU dapat dikategorikan dalam beberapa cara (Al Wa'ie No70 Tahun VI, 1-30 Juni 2006).

Pertama, intervensi G2G (government to government), yakni pemerintah asing secara langsung menekan pemerintah suatu negara agar memasukkan suatu klausul atau agenda dalam perundangannya dan model G2G seperti ini. Contohnya pernyataan bahwa Indonesia sarang teroris, baik yang dilontarkan AS, Australia, maupun Singapura bertujuan untuk mendesak agar Indonesia menerapkan UU antiteroris yang lebih ketat.

Kedua, intervensi W2G (world to government), yakni lembaga internasional (seperti PBB, WTO, IMF) yang mengambil peran penekan. Contohnya agenda UU yang terkait globalisasi ekonomi dan liberalisasi perdagangan (UU perbankan, UU migas, UU tenaga listrik, UU sumber daya air).

Ketiga, intervensi B2G (bussines to government). Para pengusaha dan investor menekan pemerintah agar meluluskan berbagai kepentingan mereka dalam undang-undang. Contohnya agenda UU yang terkait dengan investasi, perpajakan, dan perburuhan.

Keempat, intervensi N2G (non government organization to government). Pihak non government organization ini dapat berupa orang asing atau lokal murni tapi disponsori asing. Mereka bisa mendatangi para penyusun UU (teror mental) hingga demo besar-besaran. Contoh pada UU tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga(UU KDART) dan penolakan RUU antipornogarfi dan pornoaksi.

Kelima, intervensi I2G (intellectual to government). Kaum intelektual, para ilmuwan, bahkan tokoh agama dapat dipakai untuk menekan pemerintah agar meloloskan suatu agenda dalam perundangannya. Jenis ini merupakan intervensi paling rapi dan paling sulit dideteksi. Contohnya terlihat pada agenda penyusunan UU Otonomi Daerah

LSM asing yang terlibat aktif dalam penyusunan UU adalah National Democration Institute (NDI) yang dalam operasionalnya didukung CETRO. Mereka mempunyai program constitutional reform. Ditengarai ada dana 4,4 miliar dolar AS dari Amerika Serikat (AS) untuk membiayai proyek tersebut. Bahkan NDI dan CETRO mendapat fasilitas di Badan Pekerja (BP) MPR hingga dengan mudah mengikuti rapat-rapat di MPR.

Sebagai konsekuensinya, undang-undang yang berada di bawah UUD 45 Amandemen itu pun bersifat liberal. Hasilnya, lahirlah UU Migas, UU Listrik (meski kemudian dibatalkan oleh MK), UU Sumber Daya Air (SDA), dan UU Kekerasan Dalam Rumah Tangga(UU KDRT).

Pakar minyak, Qurtubi dalam diskusi bertema 'UUD 1945 vs UUD 2002' di kantor Institute for Policy Studies Jakarta membenarkan masuknya paham liberalisme dalam UU Migas dan UU Sumber Daya Air. Belakangan juga disahkan UU Penanaman Modal yang memberikan karpet merah bagi kekuatan asing untuk menguasai 100 persen kekayaan Indonesia untuk kemudian melakukan repatriasi.

Dampaknya mulai terasa

Dampak nyata dari UU tersebut sudah terasa. Melalui UU Migas, Pertamina, yang notabene perusahaan milik rakyat, saat ini bukan lagi pemain tunggal. Pertamina harus bersaing dengan perusahaan minyak asing seperti Shell, Exxon Mobil, Mobil Oil, dan sebagainya. Dalam kasus pengelolaan ladang minyak Blok Cepu Jateng, Pertamina harus kalah melawan Exxon Mobil.

Semua ini adalah merupakan musibah nasional, karena elite politik dan para pemimpin bangsa ini telah kehilangan rasa kebangsaan dan religiusitas. Mereka terlalu mudah menggadaikan kepentingan bangsa untuk kepentingan kelompok dan golongan melalui pendekatan pragmatis. Rasa idealisme dan keagamaan telah tenggelam disapu oleh badai liberealisme, kapitalisme, dan hindonisme yang materialistis, sehingga tidak ada satu kekuatan pun di negeri ini yang akan mampu membendung gelombang korupsi dan manipulasi.

Piagam Jakarta seperti yang termaktub dalam Dekrit Presiden Soekarno 5 Juli 1959 , dengan keputusan Presiden No150 tahun 1959, sebagaimana ditempatkan dalam Lembaran Negara No75/1959 mengakui hak tersebut. Keputusan Presiden ini sah berlaku, dan tak dapat dibatalkan melainkan harus bertanya dahulu kepada rakyat lewat referendum (Ridwan Saidi, Piagam Jakarta ,Tinjauan Hukum dan Sejarah, 2007). (RioL)



August 21, 2009

Berita Untuk Kawan

Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Sobat muda muslim, moga kabar baik buat kamu semuanya, Moga Allah selalu membimbing kita semua menuju jalan yang lurus.
Kawan pastinya sudah tau mengenai kabar konflik saudara-saudara kita dipalestina yang hampir setiap hari tentara israel menggempur kota Gaza dengan maksud mencari pejuang Hammas, dan menurut kabar terakhir yang kami terima korban meninggal sudah mencapai 900 jiwa lebih dan korban luka-luka

sudah mencapai 5000 jiwa lebih, bayangkan coba.. kita tentunya sebagai umat islam sangat prihatin dengan keadaan ini.. hampir setiap hari media mengekspos berita ini, yang bikin gelinya lagi nih kawan Amerika sebagai adidaya tidak berbuat apa, justru malah mendukungnya, ah emang dasar israel itu anak emasnya amerika, berbagai negara dibelahan dunia mengecam tragedi kemanusiaan itu, tidak terkecuali di negara kita, SBY presiden kita lewat pernyataannya mengutuk keras atas tindakan Israel yang semakin membabi buta, Berbagai Organisasi masyarakatpun demikian gencarnya menggelar demo anti Israel dan amerika,,Bahkan Di New York, Amerika Serikat Orang-orang Yahudi pun menentang keras aksi Israel itu..kweh ndarani apasyih..wong yahudine bae pada protes, apalagi kita masa Cuma hanya diam...saudara kita di palestina sana sedang menderita,kita disini malah seakan-akan tidak ikut merasakan panderitaan mereka, sobat remaja muslim yang budiman tentunya kita semua tau dan hapal dong tentang sabda Rosululloh yang berbunyi,
"perumpamaan kaum muslimin dalam urusan kasih sayang dan tolong menolong bagaikan satu tubuh, jika salah satu anggota tubuh kita merasa sakit, maka menjalarlah peneritaan itu keseluruhan badan hingga tidak dapat tidur dan ( merasa ) Panas (HR. Bukhari dan muslim).
Tuh kan, Rosululloh telah memerintahkan kepada kita semua untuk merasa sakit jika saudara kita juga sakit, dan kalau bisa jangan hanya merasa sakit aja, kita juga harus menolongnya, tapi apakah mungkin kita harus berangkat ke palestina sana untuk bergabung dengan pasukkan yang lain..? Gimana ya..sebenarnya kita bisa saja untuk datang kesana, tapi kita juga melihat keadaan dinegara kita ini umat islamnya juga sedang dilanda krisis, krisis apakah itu?mari kita lanjut..
Perang Pemikiran
Saudaraku ketahuilah bahwa disini, di negara kita ini sebenarnya sedang mengalami perang dengan mereka ( Israel, Amerika dan sekutunya ) yang justru ini akibatnya lebih berbahaya dari perang dengan rudal yang dilancarkan oleh israel ke Gaza, Palestina..Lho ko bisa begitu? Padahal kan keliatannya negara aman-aman aja, tidak ada rudal ataupun peluru-peluru kendali yang mampir di wilayah kita..ko bisa dibilang lebih syerem,...lho jangan maidho dulu, kita memang tidak diserang dengan rudal ataupun peluru-kendali yang kau maksudkan itu..justru mereka telah menyerang kita dengan alon-alon tapi pasti, tapi kita tidak merasakannya bahkan nyaris tanpa kesan garang, tapi akibatnya bisa membuat kita sinting, targetnya adalah remaja sebagai generasi bangsa, mereka memasukkan budaya-budaya hedonis mereka lewat berbagai media, baik media elektronik maupun media massa, mereka semakin gencar dengan tontonan dan bacaan murahan yang justru kita malah menikmatinya...namanya adalah Budaya Pop atau Instan Culture, kau tau itu? Betul kamu memang pinter banget deh, Yup Budaya pop adalah budaya ringan, menyenangkan, trendi, dan cepat berganti. Nah teman remaja paling doyan kalo udah njiplak gaya hidup hasil budaya pop, pokoke cepet banget nyetelnya,euy!!


Kritikus Lorreine Gamman Dan marget Marhsment, keduanya penyuting buku The Female gaze: Women as Viewers of Popular Culture (1998), sepakat adalah budaya medan pergulatan ketika mengemukakan bahwa tidak cukup bagi kita untuk semata-mata menilai budaya populer sebagai alat kapitalisme dan patriarki yang menciptakan kesadaran palsu dikalangan banyak orang, bagi mereka, Budaya Populer juga tempat dipertarungkannya makna dan digugatnya idielogi dominan. Walah moga kamu ga error untuk memahami maksud kritikus ini.
Celakanya dalam pertarungan tersebut siapapun bisa terlibat dalam lingkarannya. Termasuk tentunya remaja. Perang ideologi nggak bisa di hindarkan lagi, sobat, alias kudu pasti terjadi benturan. Lucunya, acapkali kita, kalangan remaja, udah merasa down duluan daripada harus bertarung melawan Budaya pop tersebut.Hmm...Ini Untuk tidak mengatakan kalo remaja biasanya pura-pura tidak tau apa-apa, dan lebih memilih "Terbawa" Arus budaya yang lebih kuat. Parahnya lagi, seperti yang diakui banyak pengamat, budaya populer yang sekarang lagi ngetren bergerak amat cepat. Saking cepatnya, sampe tanpa sadar kita dipaksa patuh dengan logic kapital, logika proses produksi, yakni hal-hal yang dangkal dan cepat ditangkap yang cepat laku.inilah yang sering dijuluki Instan Culture.
Anthoni Giddes menyebutnya sebagai dunia yang sedang berlari. Dan semua yang berlari selalu satu track lebih tinggi. Celakanya lagi, bagi penikmat produk akhirnya tidak memiliki kesempatan untuk merenungkan lebih dalam. Yang penting dalam dunia ini adalah menjual dan membeli, mereka jual, kita beli dengan menerapkan budaya dan gaya hidup mereka. Nah,lho..
Kamu bisa lihat gimana sregepnya teman-teman remaja saat gandrung dengan tren yang muncul saat ini, cepet banget nyetelnya, udah nggak pernah pake kalkulasi untung rugi lagi. Apalagi mikir halal-haram, kayaknya blas, deh. Pokoke,kalo itu dianggap baru dan trendi, hajar bae.sing penting dapat bandrol anak gaul. Habis perkara..Astagfirullah...
Kawan, Gak selamanya yang baru dan trendi itu baik lho buat kamu kalo soal ilmu pengetahuan dan teknologi, boleh aja kamu ikutan nyetel. Itu sebabnya kamu jangan kuper-kuper amat dalam masalah ini. Tapi sayangnya, teman-teman remaja lebih mudah nyetel kalo urusannya dalam gaya hidup, soalnya emang mudah ditiru sih. David beckham pemain sepak bola itu cepat jadi idola, model rambutnya dicontek abiz..pas doi kepalanya dicukur plontos, para akhwat eh cewe langsung teriak histeris, begitu ganti model lagi, cepet-cepet pengagumnya meniru total beliau, ..aduh jadi sesembahan deh.

Hati-hati..Serangan Barat...
Genderang perang budaya mulai ditabuh, saudara-saudara..ini globalisasi bung!! Semua wajib seragam, di amerika, heboh spiderman, harry potter, the lord of the ring bahkan Hulk pun disini wajib ikutan heboh. Nggak seru kalo Cuma diem. Semua serentak ngobrolin hiburan kelas dunia ini. Emang sih ga selamanya dan ga seluruhnya globalisasi itu salah dan dampaknya bikin kita gerah, ada kok baiknya. contohnya: Perkembangan teknologi Informasi dan sejenisnya, namun teknologi emang ibarat pisau bermata dua; Bisa baik dan bisa juga buruk. Tapi anehnya mengapa kita malah lebih meniru yang jelek-jeleknya aja yah..?? jawabannya sama : Ringan And Trendi..!Gubrak???
Nah saudaraku ngomong-ngomong masalah perang yang ane maksud diatas, ternyata telah di lancarkan dengan berbagai cara yaitu yang sering kita kenal dengan 4F..Tau ngga? Yap..betul, yakni Food, Film, Fun, Fashion,...Lho Kenapa?tenang za akan ane jelaskan satu persatu,,Otre?
Food
Yup makanan betul sekali, Food made in eropa dan amerika mudah sekali kita Tune in dengan lidah keturunan wali songo ini karuan saja produk-produk fast food mudah saja cepat

ludes ketimbang jajanan semacam roti sumbu alias BODIN atau singkong, lucunya remaja lebih merasa pede bila nongkrong di resto sekelas KFC atau Mc Donald's ketimbang di Warteg yang merupakan sebuah kutukan, soal halal atau haram? Ah itu sih nomor sekian, yang penting keren dulu!!Gubrak..!!!
Film
Antum semua tau dong sinetron yang sekarang sedang naik daun seperti sekar, lia, alisa, Rapika,de el el..kalo kita nonton film itu rasanya gimana gitu,,seakan-akan kita terlibat dalam cerita itu, bahkan tidak sedikit orang yang melihatnya sampe nangis-nangis..tapi kalo inget dosa-dosanya nangis ngga ya..??he..
Ya emang sih sekilas kalo kita melihat film-film yang hampir setiap hari di tayangkan itu, memang kelihatan bagus, tapi kalo kita lihat ceritanya secara jernih dan dengan akal yang waras tentunya, sinema lokal maupun interlokal eh impor maksudnya, itu tidak memberikan manfaat sama sekali, oke deh kalo kita ngomongin muatan Islam memang ngga ada yang bener tuh. Kalo kita bicara soal moral saja mana ada sinema yang ngomongin kearah sana, tul ga? Kalo ngajak kepada yang nggak bener emang banyak, selain itu juga bisa bikin otak kamu pindah ke dengkul, deh. Hampir semua sinetron menjual mimpi. semua bicara tentang cinta, selingkuh, dan kehidupan kelas atas. Pokoke full glamour, dech.. cerita kaya gitu menjual mimpi banget! Bikin kita males mikir. Ya akhirnya jadilah generasi pemimpi bukan generasi impian..tul ngga??
Ya maklumlah sobat hidup yang serba njlimet, dalam sistem kehidupan kapitalisme, manusia diajarkan dan dilatih untuk hidup semaunya, alias bebas nilai. Karena yang terpenting adalah menguntungkan secara materi. Perkara apakah akan membawa kerusakan moral apa kagak, baik buat dirinya maupun orang lain, bukan urusan penting nggak peduli lagi soal halal dan haram, sebab, urusan duit adalah diatas segalanya. Mafih Fulus Mampus!!Hehehehe
Fun
Selanjutnya bicara tentang fun alias hiburan, juga bakal bikin kita kegerahan, gimana nggak, dari mulai Film, bacaan sampai nyanyian sarat dengan pesan-pesan kehidupan barat. Dan seringkali hiburan berubah menjadi ancaman. Gaya hidup bebas gaul, misalkan, begitu mudah kita temukan di televisi lewat film-film yang ditayangkan atau diselipkan lewat alunan musik dan lagu romantis dan didiringi dengan video klip yang nggak kalah senewen. Celakanya musisi negri ini ternyata latah juga, walhasil rusaklah semuanya.
Fashion
Bicara dandanan alias fashion, Virus ini pun nggak kalah garang meski berlindung dibalik kelembutannya busana model swimsit, tang-top, bikini, dan seabreg busana pemicu adrenalin kaum adam sangat mudah didapatkan dimana saja, ya dimana saja..bebas berkeliaran dari mulai pasar tradisional sampe Super market kalas atas pun tersedia.everywhere-everytime.menutup aurat? Ah itu udah nggak zamannya lagi bung!begitulah kira-kira komentar para remaja putri yang mulai pecicilan ini, pokoke, di milan digelar peragaan busana hasil rancangan Gianni Versace, nggak Cuma seminggu di kebumen sudah banyak yang pake,yaa meski buatan lokal.walhasil pemakainya tak peduli lagi soal hukum menutup aurat. padahal saudaraku Islam sudah mengajarkan kepada kita untuk selalu menutup aurat, khususnya untuk para akhwat, dalam Al-Qur'an disebutkan,
"Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjagapandangannya dan memelihara kemaluannya, dan jamnnganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang biasa terlihat(muka Dan telapak tangan)..."(An-Nur : 31)


Itulah kawan empat virus yang dilancarkan barat kepada penduduk dunia ketiga, termasuk Indonesia yang mayoritas penduduknya adalah beragama Islam terbesar didunia, sasaran utamanya adalah remaja, ya kaya kita-kita ini lho, lewat serangannya mereka berusaha menghilangkan nilai-nilai Islam dalam diri remaja muslim,dan akibatnya rusaklah sistem tata nilai manusia penduduk dunia ketiga.
Tentu kita gak ingin menyaksikan kawan-kawan dekat kita, tetangga kita, atau malah saudara kita terjun kedalam lingkaran kerusakan moral yang jelas-jelas Cuma mengukir dosa. Menyaksikan kebejatan ini tentu bukan Cuma mengelus dada dan menggelengkan kepala saja, tapi harus ada tindakan yang kongkret membendung kerusakan tersebut..dan inilah yang lebih berbahaya dari serangan amunisi Fosforus putih sekalipun.
Bagi kita yang paling banter adalah pandai memilah dan memilih. Emang sih, seharusnya negara yang bertanggungjawab. Sebab merekalah yang punya kekuatan untuk mengubah. Sayangnya selama masih betah dengan sistem kapitalisme, harapan untuk lebih baik nyaris tak mungkin terealisasi. Intinya, kita pahami Islam dan buang jauh-jauh ajaran kapitalisme- sekulerisme dalam kehidupan kita. Beres....
Kita sebagai remaja yang mengaku muslim harus berhati-hati dengan hal itu, jangan sampai kita terkena apalagi mendukung dengan menerapkan budaya-budaya mereka kedalam kehidupan kita paling tidak kita mulai dari diri sendiri dulu, dari Yang terkecil dan yang terpenting mulailah dari sekarang..walaupun kita tidak ikut secara langsung di palestina sana, kita harus mendo'akannya dan paling tidak kita tidak meniadakan jihad di jalan Allah.
untuk saudara-saudara kita dipalestina semoga Allah memberi jalan yang terbaik..dan tetap semangat..Allahu Akbar..!!!(mif)1

Untukmu Umat Islam..
Wahai pejuang umat islam
Dimanapun engkau berada
Tetap semangat,
Kami disini juga demikian
Misi illahi yang mulia itu
Harus tetap diteruskan
Israel, Amerika dan negara barat lainnya
Tidak hanya menyerang
Umat Islam lewat
Serangan rudal saja,
tetapi juga menyerang dengan pemikiran-pemikirannya
yang itu akibatnya justru lebih berbahaya,
wahai saudaraku
sementara engkau berjuang
disana memanggul senjata,
kami disini berjuang melawan pemikiran-pemikirannya,
mari satukan tekad
menuju Izzul Islam Wal Muslimin
Allahu Akbar....!!!


1Solihin,oleh.2004.jangan jadi bebek 1 dan 2.jakarta:Gema insani press.2004


Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More