April 5, 2012

Aksi Kenaikan BBM

Aksi Demo: Aksi Penolakan Kenaikan BBM dilakukan di depan Gedung DPRD Jawa tengah Jum'at (29/03), Aksi yang dijaga ketat Oleh Aparat kepolisian ini berlangsung damai.

BEM Fikom Unissula Gelar aksi Donor Darah

Puluhan orang yang didominasi oleh mahasiswa menyumbangkan darahnya saat BEM Fakultas Ilmu Komunikasi Unissula menggelar aksi donor darah di gedung Pumanisa lantai 1 Unissula (05/04) sebanyak 27 kantong darah diberikan kepada Palang Merah Indonesia (PMI) Untuk disalurkan kepada yang membutuhkan.

Mahasiswa mahasiswi unissula antusias mendonorkan darahnya sejak pertama kali pendaftaran dibuka pada pukul 09.00 WIB. “sejak pertama pendaftaran donor dibuka beberapa mahasiswa langsung mendaftar dan mendonorkan darahya” kata Anogini petugas dari Palang Merah Indonesia (PMI) unit semarang. Selain mahasiswa beberapa dosen dan karyawan juga ikut berpartisipasi dalam aksi donor darah ini.

Dimas Aryo Nugroho, Presiden BEM Fikom Unissula sangat mengapresiasi mahasiswa yang ikut serta mendonorkan darahnya “saya sangat senang dan bangga dengan mahasiswa yang peduli dengan kemanusiaan, mereka rela memnyumbangkan darahnya untuk orang-orang yang membutuhkan, ini bukti bahwa mahasiswa juga peduli dengan sesama” pungkasnya.

February 28, 2012

Mood itu didatangi bukan mendatangi..


Oleh: M.Irsyam Faiz*

Karena sekolah akan digunakan untuk kegiatan “Jambore Pramuka Nasional” maka sekolah diliburkan selama sepekan, Fajar diberi tugas oleh guru bahasa indonesianya disekolah untuk membuat makalah dengan tema “degragasi moral pemuda Indonesia dan cara penggulangannya”. Karena kali ini temanya agak berat maka fajar menunggu waktu yang tepat untuk mendapatkan ide yang cemerlang..waktu yang disediakan satu minggu. Satu, dua, tiga hari fajar belum juga mendapatkan waktu yang tepat yang sesuai dengan moodnya hari-harinya ia lalui dengan bertamasya, ia beralasan barangkali dengan tamasya bisa refresh dan mood yang baik akan datang padanya, tetapi Sampai hari ke enam, satu hari sebelum hari terakhir dikumpulkan mood belum juga datang menemui fajar,..malam hari menjelang hari H fajar berusaha mengerjakan tugas membuat makalah dari guru bahasa Indonesia itu, malam itu Ia kerjakan dengan energy apa adanya. Sampai larut malam belum ada separo dia kerjakan. Karena lelah bertamasya dan rasa kantuknya yang berat, maka Ia terlelap dan tertidur. Saat terbangun Ia teringat tugasnya belum selesai, tetapi Ia tidak sempat mengerjakan karna ia bangun kesiangan dan harus siap-siap berangkat ke sekolah. Karena belum selesai mengerjakan tugas maka fajar dihukum oleh gurunya. Dan mulai saat itu Ia sangat menyesal karena tidak bisa memanfaatkan waktu liburan untuk mengerjakan tugas. Berbeda dengan Ani, walau ia juga ingin bertamasya, sejak hari ia diberi tugas dia mulai menyusun strategi, Ia mulai mengatur waktunya, ia juga mulai membuat daftar buku-buku mana saja yang ia akan jadikan referensi, ia juga tidak lupa membuat time schedule secara rapi, setelah semuanya beres, dalam waktu yang ia tentukan ia mulai mengerjakan dengan tenang dan bersemangat, karena dengan bahan-bahan yang telah ia kumpulkan baik dengan cara telaah pustaka maupun wawancara ia lebih mudah membuat makalah. Sampai hari H pengumpulan tugas, Ani sudah siap dengan hasil garapannya yang dikerjakannya secara maksimal. Dan ia pun mendapatkan nilai yang maksimal pula.


Kadang kita merasa ‘sebal’ sendiri ketika kita sedang berusaha berkonsentrasi menuangkan gagasan dalam sebuah tulisan namun terasa kesulitan, seolah-olah ada sesuatu yang mengganjal dalam pikiran kita, sangat sulit untuk kita keluarkan, dan kita sering mengatakan situasi itu dalam kalimat “ah lagi bad mood nih”, tetapi sebaliknya, ketika kita sedang dalam situasi “ ah lagi bagus nih mood” tiba-tiba jari jemari kita bergerak bebas menguasai key board dan kadang 1-2 halaman tulisan bisa diselesaikan dalam satu jam, dengan font ukuran 11 spasi single dan satu halaman bisa sampai 500 kata pula..hemm kasus fajar diatas bisa menjadi contoh bahwa betapa
Mood itu bisa kita kendalikan, ketika mendapatkan tugas dari gurunya fajar percaya bahwa ketika mood datang dengan tiba-tiba maka ia akan mendapatkan ide-ide yang cemerlang. Dan ia akan menunggunya sampai mood itu datang. Namun ia salah pengertian, ternyata waktu menjawab berbeda. Lain hal dengan ani, dengan strategi dan ketekunan usaha yang ia lakukan, Ia pun mandapatkan nilai memuaskan.uka Nasional” maka sekolah diliburkan selama sepekan, Fajar diberi tugas oleh guru bahasa indonesianya disekolah untuk membuat makalah dengan tema “degragasi moral pemuda Indonesia dan cara penggulangannya”. Karena kali ini temanya agak berat maka fajar menunggu waktu yang tepat untuk mendapatkan ide yang cemerlang..waktu yang disediakan satu minggu. Satu, dua, tiga hari fajar belum juga mendapatkan waktu yang tepat yang sesuai dengan moodnya hari-harinya ia lalui dengan bertamasya, ia beralasan barangkali dengan tamasya bisa refresh dan mood yang baik akan datang padanya, tetapi Sampai hari ke enam, satu hari sebelum hari terakhir dikumpulkan mood belum juga datang menemui fajar,..malam hari menjelang hari H fajar berusaha mengerjakan tugas membuat makalah dari guru bahasa Indonesia itu, malam itu Ia kerjakan dengan energy apa adanya. Sampai larut malam belum ada separo dia kerjakan. Karena lelah bertamasya dan rasa kantuknya yang berat, maka Ia terlelap dan tertidur. Saat terbangun Ia teringat tugasnya belum selesai, tetapi Ia tidak sempat mengerjakan karna ia bangun kesiangan dan harus siap-siap berangkat ke sekolah. Karena belum selesai mengerjakan tugas maka fajar dihukum oleh gurunya. Dan mulai saat itu Ia sangat menyesal karena tidak bisa memanfaatkan waktu liburan untuk mengerjakan tugas. Berbeda dengan Ani, walau ia juga ingin bertamasya, sejak hari ia diberi tugas dia mulai menyusun strategi, Ia mulai mengatur waktunya, ia juga mulai membuat daftar buku-buku mana saja yang ia akan jadikan referensi, ia juga tidak lupa membuat time schedule secara rapi, setelah semuanya beres, dalam waktu yang ia tentukan ia mulai mengerjakan dengan tenang dan bersemangat, karena dengan bahan-bahan yang telah ia kumpulkan baik dengan cara telaah pustaka maupun wawancara ia lebih mudah membuat makalah. Sampai hari H pengumpulan tugas, Ani sudah siap dengan hasil garapannya yang dikerjakannya secara maksimal. Dan ia pun mendapatkan nilai yang maksimal pula.

Mood adalah keadaan emosi yang berlangsung secara relatif, yang sebab-sebabnya seringkali subyektif atau tidak jelas. Philip G. Zimbardo dalam bukunya menyebutkan bahwa mood adalah keadaan emosi tertentu yang tidak masuk dalam kategori state (emosi yang dipicu oleh faktor eksternal tertentu) atau trait (bentuk emosi yang menjadi bawaan seseorang). Perubahan mood kerap mempengaruhi gairah seseorang untuk melakukan sesuatu atau bahkan bisa mempengaruhi keputusan dan tindakannya.

Jadi mood itu bisa dikendalikan, kalau kita mengetahui konsep diri kita. Menurut om ‘Sigmund freud’ seorang ahli psikologi bahkan katanya bapaknya psikologi menerangkan bahwa perilaku manusia merupakan hasil interaksi tiga sub system dalam kepribadian manusia yakni id, ego dan superego. ID adalah bagian-bagian kepribadian yang menyimpan dorongan-dorongan biologis manusia, pusat insting dalam kamus agama disebut Hawa Nafsu, Id bergerak berdasarkan prinsip kesenangan (pleasure principle), ingin segera memenuhi kebutuhannya, Id bersifat egoistis, tidak bermoral dan tidak mau tau dengan kenyataan. Secara singkat Id adalah tabiat hewani manusia. Kemudian subsistem yang kedua adalah Ego, ego merupakan mediator antara hasrat hewani manusia dengan tuntutan rasional dan realistic. Egolah yang menyebabkan manusia mampu menundukan hasrat hewaninya. Kemudian yang terakhir adalah superego yakni hati nurani, atau freud menyebutnya polisi kepribadian, mewakili yang ideal. Ketika Id mendesak agar fajar tidak mengerjakan tugas dan menggantinya dengan baertamasya maka ego memperingatkan bahwa fajar harus mengerjakan tugas, fajar tidak memperdulikannya, ia tetap memilih tuntutan biologisnya yakni bertamasya. fajar telah menyerah pada desakan Id. Berarti fajar dihukum oleh superego dengan perasaan bersalah dan menyesal (superego).. Tetapi ani lain, ia berusaha menundukan tuntan biologisnya, walaupun ia juga ingin bertamasya (id) ia harus mengerjakan tugas (ego) Karena ia tau bahwa mengerjakan tugas adalah amanah yang harus dikerjakan kalau tidak maka ia akan merasa bersalah karena tidak menjalankan amanah (superego).

Dari situ kita bisa melihat bahwa konsep diri manusia yang baik sangat mempengaruhi perilaku yang baik pula. Seperti mood yang baik, yang merupakan konsekuensi dari besar kecilnya usaha kita untuk mengalahkan tuntutan Id kita maka kita harus mencarinya dengan meningkatkan usaha kita untuk mengendalikan interaksi antara komponen biologis (Id), komponen Psikologis (ego), dan komponen social/nilai (superego) agar dapat mendapatkan mood terbaik kita. Dan tentunya agar kita bisa berselancar menulis dengan sesuka hati, mengeluarkan ide-ide kreatif dan cemerlang, menyelesaikan 500 kata per jam dan tentunya untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Terakhir simaklah kisah yang akan menggugah semangat kita, suatu saat Harun arasyid pernah meminta Imam Malik untuk mendatanginya. “datanglah ke tempat kami”, katanya “agar anak-anak kami dapat mendengarkan kitab al-muwatha” tambahnya. Dengan tegas Imam Malik mengatakan, “semoga Allah menjayakan amirul mukminin. Ilmu Itu datang dari lingkungan kalian (baytun Nubuwah). Jika kalian memuliakannya, ia jadi mulia. Jika kalian merendahkannya ia jadi hina. Ilmu Harus didatangi, bukan mendatangi” maka khalifah menyuruh kedua putranya datang ke masjid untuk belajar dengan rakyat, lalu imam malk mengatakan, “tidak apa-apa, tetapi dengan syarat mereka tidak boleh melangkahi bahu jamaah dan bersedia duduk di posisi mana saja yang lapang bagi mereka.”

“Ilmu harus didatangi bukan mendatangi” kata imam malik kalimat itu menegaskan bahwa setiap orang yang ingin belajar harus memiliki tingkat motivasi yang tinggi dalam belajar. Dan motivasi juga harus didatangi bukan mendatangi, begitu juga dengan mood..bahwa ketika kita mendatangi mood adalah persoalan bagaimana kita bisa mengendalikan mood..So, kendalikan mood, sekarang juga..!!

Wallahu a’lam

*mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Unissula Semarang, Pengurus Wilayah Pelajar Islam Indonesia (PII) Jawa Tengah

May 12, 2011

Talk show “menguak keajaiban cinta untuk meraih mimpi”


Dengan semangat menggebu-gebu ustadz Anif aboza richmoslem berbicara dalam talkshow yang diadakan oleh forum silaturrahmi an Nisa yang bekerjasama dengan lembaga dakwah fakultas se-Unissula di gedung Lt.3 fakultas teknologi Industri Unissula sabtu (07/05), dalam kesempatan itu lelaki yang biasa disapa kang anif itu meyampaikan tips-tips untuk meraih kesuksesan, beliau mengatakan ” ada 3 kunci untuk meraih kesuksesan yang disingkat dengan KTP yakni Ketahui, tiru dan Praktekan”. Lalu bagaimana caranya? Pria yang sering bergonta-ganti nama itu mencontohkan 2 tokoh yakni Rektor Unissula prof. Laode M kamaludin M.Sc, M.Eng dan penulis Novel Habiburrahman El-Shirazy untuk diketahui ditiru dan dipraktikan, tokoh-tokoh tersebut bisa menjadi sebuah referensi, mengetahui biografi orang-orang sukses, meniru kegiatan yang dilakukan orang-orang sukses dan mempraktikan dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan yang bertemakan “menguak keajaiban cinta untuk meraih mimpi” itu membahas tentang bagaimana cinta menjadi sebuah kekuatan yang besar untuk meraih mimpi. Seperti yang dikatakan bintang tamu dalam acara itu Prof laode menyatakan sangat mencintai rosululloh sehingga setiap gerak langkahnya selalu berpijak pada tuntunannya, prof laode mengatakan “karena cinta kepada rosululloh lah saya bisa sukses seperti ini”. Beliau juga menambahkan rumus penting untuk meraih kesuksesan dengan petuahnya yang berbunyi “tulislah apa yang kau baca, bacalah apa yang kau tulis. Maka kau akan sukses. Lalu kerjakan apa yang kau tulis dan tulislah apa yang kau kerjakan, maka kau akan semakin sukses. Sesederhana itulah kunci kesuksesan saya” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, pembicara yang juga adik kandung novelis besar habiburrahman El-shirazy itu juga menceritakan kesuksesan kakak kandungnya yang selalu didasari dengan rasa cinta, Ia melanjutkan dan mengatakan “buktinya seluruh karya novelnya tentang cinta semua”ungkapnya. Pemuda yang pernah dinobatkan menjadi mahasiswa terbaik di almamaternya juga mengungkapkan nasehat kakaknya terkait cita-cita.”saya teringat betul dengan nasehat kakak saya, dia berkata pada saya, adikku, kita itu bukan berasal dari keluarga macan, namun kita jangan menjadi keluarga kucing, walau kita bukan keturunan keluarga macan, maka kitalah yang harus jadi macan itu sendiri.”lalu beliau melanjutkan,”kalau kau punya cita-cita jangan tanggung-tanggung, jika kita punya cita-cita ingin jadi presiden, maka seburuk-buruknya kita akan jadi menteri. Jika kita bercita-cita ingin jadi menteri maka seburuk-buruknya kita akan jadi gubernur. Jika kita bercita-cita ingin jadi gubernur maka seburuk-buruknya kita akan jadi bupati. Jika kita bercita-cita ingin jadi bupati maka seburuk-buruknya kita akan jadi camat, Jika kita bercita-cita ingin jadi camat maka seburuk-buruknya kita akan jadi Lurah. Jika kita bercita-cita ingin jadi Lurah maka seburuk-buruknya kita akan jadi ketua RT. Begitulah cita-cita yang tinggi akan sangat berpengaruh pada semangat untuk menggapainya”katanya diiringi oleh tepuktangan meriah hadirin.

Talkshow yang dihadiri oleh ratusan peserta dari mahasiswa unissula ini bertujuan untuk memotivasi mahasiswa. Riski Falah selaku ketua panitia mengatakan “tujuan kegiatan ini bertujuan untuk memberikan motivasi dan wawasan keilmuan bagi mahasiswa”ujar falah. Ketua Umum Forum Silaturrahmi An Nissa Sultan Agung Ambarwati juga menambahkan kegiatan ini merupakan kegiatan rutin tahunan yang diadakan oleh FSA SA, Ia mengatakan “talk show ini merupakan ‘Gawe’ besar Forum silaturrahmi An-Nisa yang bekerjasama dengan Lembaga Dakwah Fakultas di Unissula”katanya. Talk show ini juga dimoderatori oleh dua mahasiswa berprestasi Unissula yakni Imam Aulia dan Ifan Rikhza Auladi.

“mencintai apa yang kita kerjakan, dan mengerjakan apa yang kita cintai” menjadi kalimat penutup yang indah pada acara itu, akhirnya kegiatan ditutup dengan penampilan Nasyid “confident” dari Fakultas Ilmu Keperawatan yang memukau hadirin.(Faiz)

Unissula jadi Lokasi Syuting Film Islami Nasional


Bersama Tim dari Sinema Art Sutradara kawakan Khoirul Umam, melakukan Survei untuk Lokasi Film yang berjudul “cinta suci zahrana” senin (02/05) kemarin, setelah melakukan sholat magrib berjama’ah di masjid Sultan Agung Unissula mereka langsung menuju Cyber library yang menjadi tempat pertama dalam hunting lokasi itu. Sekitar 10 orang yang terdiri dari produser, sutradara, lightingman, kameramen, script writer, dan sebagainya berkelilng kampus Unissula. rencananya film tersebut akan banyak mengambil scene di Kampus dan Pondok Pesantren. Choirul Umam Mengatakan, Timnya akan menggunakan beberapa fasilitas di kampus Unissula untuk dijadikan lokasi syuting, Unissula dipilih karena merupakan satu-satunya kampus yang dinilai representatif dan cocok dengan alur cerita film tersebut. “kami memilih Unissula karena Unissula merupakan kampus yang terletak di Semarang dan representatif serta cocok dengan cerita film tersebut, dan kami akan mengambil banyak scene di kampus ini dan pesantren, mungkin sekitar 30% untuk Kampus, 30% untuk Pesantren dan selebihnya untuk lokasi lain seperti bandara, rumah tinggal pemeran utama, kantin dan lain-lain”Ujar sutradara yang sudah melalang buana didunia perfilman itu. Saat di singgung pesantren mana yang akan di jadikan lokasi beliau mengaku belum menemukan pesantren yang cocok. “kita masih mencari pesantren yang pas untuk film ini” tambahnya. Setelah keliling di dalam perpustakaan yang berbasis cyber itu, rombongan lalu bertandang ke reading room di Fakultas Agama Islam, lalu ke kantin Pumanisa, dilanjutkan ke Fakultas Teknologi Industri dan terakhir di ruang PR. Rombongan juga sempat berkunjung ke studio Unissula TV.

Film ini akan digarap sekitar bulan september-oktober. “rencananya kita akan memulai syuting habis lebaran, mungkin sekitar bulan september sampai oktober, karena tahun depan target harus sudah tayang”kata sutradara yang telah sukses menggarap Film Ketika cinta Bertasbih di mesir itu.

Film ini merupakan kisah yang diambil dari novel karya Habiburahman El-Shirozy, dan digarap oleh sebuah rumah produksi sinetron, film dan FTV “sinema art”, menceritakan kisah seorang wanita lulusan S2 ITB yang berprestasi di bidangnya yakni Teknik. Kemudian mengajar di Fakultas Teknik salah satu Universitas swasta terkemuka di Semarang. namun diusianya yang ke 30an dengan prestasinya yang gemilang, Ia belum juga menemukan Jodohnya. namun pada akhirnya ditemukanlah jodohnya yakni mahasiswanya sendiri yang selama ini menjadi mahasiswa bimbingannya. Bagaimana ceritanya..??kita tunggu saja karya besar kolaborasi kang khoirul Umam dengan Kang Abik dalam Film “cinta Suci Zahrana” tahun depan. (Faiz)

December 27, 2010

Memoar 11 tahun silam


Semarang, 19 Desember 2010

Berbincang dengan seorang kawan lama lewat telpon, ah membuat memori ingatanku melayang ke peristiwa sebelas tahun silam...saat itu saya masih berada di bangku SD kelas 4..ada teman kelasku namanya ali lebih lengkap namanya ali sobarudin (gemiyen polar polor..sampai sekarangpun masih polarpolor...) dulu dia biasa dipanggil ali dan sampai sekarang pun masih dipanggil ali bukan sobar bukan udin apalagi handoko ah jelas tidak nyambung. wajahnya yang sangar penuh gairah seperti ingin memangsa siapapun yang mengusiknya, menambah kesan bahwa dia adalah seorang residivis kelas kakap yang sering keluar masuk kantor gara2 nakal karo kancane, tetapi dia masih memiliki hati yang murni dan otak yang sedikit cerdas, terbukti
dia beberapa kali masuk di bursa 10 besar setiap kali nampa rapot.
Kembali saya masih ingat dalam memori yang tiba2 meloncat jauh ke sebuah nama yang saat itu saya kenal bernama anto, sampai sekarangpun namanya tetep anto, anak semata wayang dari mandamad itu telah mendaedikasikan dirinya sebagai orang yang ”wanian” namun hanya kepada orang2 tertentu saja..seperti ali diapun terkenal sedikit suka jahil kepada orang yang berada dibawah level kekuatan politik berkuasa ala anak2 SD pada masa itu namun sedikit banyak perbedaan dengan ali, anto memiliki wajah yang imut seperti perempuan dengan gelang besi tolak bala yang khas ditangannya – kanan atau kiri saya lupa –
Saat itu dalam sebuah pagi seperti biasa kami maasuk kelas jam tujuh, saat itu seperti biasa juga Bu mas’adah (wali kelas kami) memberikan pelajaran. Namun kawan ada yang tak biasa dalam pagi itu, ketika wali kelas kami sedang keluar meninggalkan kami yang sedang mencatat sebuah tulisan, tiba-tiba terjadi pertengkaran sengit antara ali dan anto, entah dimulai darimana tiba2 keduanya saling cekcok takjelas membuat seisi kelas menjadi ricuh dan tak terkendali, pertengkaranpun berlanjut bukan sekedar adu mulut dari dua makhluk itu, anto berusaha menyerang dengan melayangkan pukulan khasnya ke arah muka ali yang sangar itu, namun ali dengan sigap mengeluarkan senjata khasnya yakni ”Pulpen”, akhirnya pucuk pulpen itu ia tancapkan ke kepala anto, anak2 yang saat itu berusaha melerai mereka berdua pun kewalahan, pertumpahan darahpun tak terelakkan. Tetapi dengan sigapnya anak2 termasuk aku berhasil melrai mereka berdua. Kepala anto yang sedikit poal itu mengeluarkan darah, anehnya anto yang saat itu seharusnya menjadi korban justru tidak menangis sedikitpun, namun justru ali yang tidak terluka sedikitpun menangis berkoar-koar tak terkendalikan. ketika bu mas’adah masuk dan terheran2 dengan kegaduhan yang ada dikelasnya, dilihatnya kepala anto yang penuh darah dan ali yang menangis tersedu2 membuatnya memberanikan bertanya kepada anak2 perihal apa yang sebenarnya terjadi tentunya dengan nada yang agak jengkel. Anak2 semuanya diam membisu. Tanpa pikir panjang sang buguru pun menggelandang mereka berdua ke kantor guru untuk segera diadili.
Kejadian itu membuat saya ingin sekali menemui mereka berdua yang saat ini mungkin sudah lupa dengan peristiwa yang melibatkan mereka berdua.
Ali apa kabar ente? aku dengar sekarang kau sudah menjadi owner sebuah perusahaan dilinggapura(PT.Motul)...
Anto apa kabar juga ente? aku dengar sekarang ente sudh jadi petinggi di sebuah perusahaan kofeksi di jakarta...
n apa kabar juga teman2 SD q...aku dengar kalian sudah menjelajahi samudra dan pulau2 dinegeri ini....

May 4, 2010

mahasiswa: antara akademik dan organisasi

Berbicara masalah mahasiswa memang tidak terlepas dari sejarah perjuangan bangsa kita yang penuh dengan gejolak social politik. Dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia, gerakan mahasiswa pun seringkali menjadi cikal bakal perjuangan nasional, seperti yang tampak dalam lembaran sejarah bangsa.
Tentu kita sudah tidak asing lagi dengan pergerakan mahasiswa diawal abad 19 sekitar tahun 1908-an. Budi Utomo yang pada saat itu menjadi satu-satunya organisasi pergerakan dan merupakan wadah perjuangan yang pertama kali memiliki
struktur pengorganisasian modern. Didirikan di Jakarta, 20 mei 1908 oleh pemuda-pelajar-mahasiswa dari lembaga pendidikan STOVIA, wadah ini merupakan refleksi sikap kritis dan keresahan intelektual terlepas dari primordialisme Jawa yang ditampilkannya . sampai kemudian mencapai puncak gejolak reformasi pada tahun 1998 mahasiswa berusaha menggulingkan soeharto dari jabatannya sebagai presiden dengan menduduki gedung MPR-RI. Dan masih banyak lagi peran mahasiswa yang berdampak perubahan yang signifikan bagi bangsa ini. Dalam melakukan peran mahasiswa sebagai agen of change mereka diwadahi oleh pergerakan-pergerakan yang disebut dengan gerakan mahasiswa yaitu kegiatan kemahasiswaan yang ada di dalam maupun di luar perguruan tinggi yang dilakukan untuk meningkatkan kecakapan, intelektualitas dan kemampuan kepemimpinan para aktivis yang terlibat di dalamnya.
Terlepas dari semua itu, Kalau kita melihat pengertian mahasiswa itu sendiri secra leterlek adalah orang yang sedang menjalani pendidikan disebuah pergurun tinggi, mahasiswa dalam melakukan pengembaraan intelektualnya tentu tidak terlepas dari prestasi akademik yang menuntut mereka untuk mendapatkan IPK tinggi, dan untuk mendapatkan itu semua tentu perlu usaha diantaranya dengan belajar, dimana peran ini berorientasi pada perkembangan akademik pribadi mereka sendiri.
Memang masih banyak jenis mahasiswa kalau kita lihat dari berbagai sisi. Tapi disini kita
bahas dua saja, yaitu mahasiswa denga type aktif di orgasisasi dan mahasiswa yang hanya fokus di akademik saja..
Dari wacana diatas kita akan menemukan dua peran mahasiswa yaitu aktif yaitu mahasiswa yang senang dengan pergerakan dengan mengikuti berbagai organisasi dan mahasiswa yang selalu fokus pada akademik dan tidak ingin 1 mata kuliahpun terlewati.
Seperti yang dikatakan oleh Nasrulloh Algivari beliau adah ketua umum Pengurus Besar Peajar Islam Indonesia PB PII 2008-2010 mengatakan, Kedua type mahasiswa ini sebenarnya bisa bersinergi yaitu dengan mengatur waktu untuk urusan akademik dan organisasinya karena sejatinya juga keduanya saling mendukung untuk mendukung masadepan mahasiswa itu sendiri. “ Keduanya sbnrnya bisa sinergi... Jadi tidak merugikan bila ia aktiv diorganisasi & boleh jadi sukses juga studynya, banyak jg buktinya, antum kenal anas ubaningrum ia mantan ketua umum PB HMI, atau sofyan djalil mantan mentri BUMN, ia lulusan UI & pernah kuliah di USA tapi ia juga mantan ketua PB PII”Ujarnya. Dan ketika ditanya bagaimana jika berjalan sendiri-sendiri misalnya yang fokus organisasi, ia tetep fokus organisasi sehingga nilai akademiknya turun atau sebaliknya. Beliau menjawab “Itu ga bener biasanya aktivis ia pandai ngatur waktu, study & aktivitas. itu hya permasalahan bagi waktu saja”.
Antara akademik dan Organisassi Mahasiswa, keduanya sama-sama berguna bagi tiap mahasiswa karena keduanya mempunyai tujuan yang positif bagi mahasiswa. IPK Tinggi dan Organisasi salin berhubungan erat dalam menempuh kesuksesan seorang mahasiswa. IPK Tinggi sangat berguna jika mahasiswa ingin melamar pekerjaan sesuai bidangnya, kemungkinan besar mereka akan diterima disetiap pekerjaan yang diminati.
Organisasi Kemahasiswaaan juga sama pentingnya dengan IPK tinggi. Dilihat dari
fungsinya bahwa organisasi ini merupakan bentuk manifestasi penyiapan diri mahasiswa untuk menjadi Agent Of Change setelah menyelesaikan studi hingga kembali ke masyarakat.
Oleh karena itu kepada mahasiswa, ayo tingkatkan prestasi dan berorganisasilah…untuk menuju sukses dan perubahan bangsa kita. Seperti para pendahulu kita. (faiz)

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More